Respons Demo Bus Pariwisata, Legislator Jabar Ingatkan Dedi Mulyadi Agar Tak Jadi Raja Midas!

Respons Demo Bus Pariwisata, Legislator Jabar Ingatkan Dedi Mulyadi Agar Tak Jadi Raja Midas!
Massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) membawa spanduk saat aksi menolak kebijakan karya wisata (study tour) di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (21/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Zaini Shofari menyampaikan nasihat kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Itu terkait aksi demo yang dilakukan para pelaku usaha di sektor Pariwisata, Senin (21/7).

Zaini menuturkan, Gubernur perlu menurunkan egonya dan jangan sampai sikapnya sebagai pucuk pimpinan eksekutif di Jawa Barat malah seperti Raja Midas. “Itu cerita fiktif era Yunani Kuno,” katanya.

Zaini menguraikan, dikisahkan bahwa ada seorang raja yang segala sesuatunya ingin dipenuhi semua. Sampai-sampai apa yang disentuhnya jadi emas.

Baca Juga:Mimpi Jabatan Tinggi, Karier Eisenhower di Ujung Tanduk10 Saksi Pesta Berujung Maut di Garut Jalani Pemeriksaan, Ini Kata Polisi!

Sebab, kata dia, kisah itu perwujudan dari sikap keserakahan atau ego seorang pemimpin. Zaini berharap hal itu jangan sampai terjadi. “Jangan sampai begitulah. Kalau ada masukan itu didengarkan, kemudian diolah menjadi keputusan. Jadi keputusan itu hasil dari masukan sana sini juga,” bebernya.

Zaini masih yakin bahwa Gubernur Jabar adalah sosok pemimpin, sehingga masih mendengar masukan dari rakyatnya. “Kalau tidak, khawatir jadi Raja Midas,” cetusnya.

Spesifik soal aksi demo di Gedung Sate itu misalnya, Gubernur juga perlu turun untuk duduk bersama. Tujuannya untuk mencari solusi yang adil. Bisa menguntungkan semua pihak.

“Memang beliau punya otoritas, tapi kan juga perlu diimbangi dengan menerima aspirasi masyarakat,” bebernya.

Menurut Zaini, surat edaran terkait larangan study tour itu telah bergulir sejak pelantikan Jadi Gubernur. Bahkan kala itu sampai ada sanksi berat bagi Kepala Sekolah yang tidak taat, salah satunya Kepala SMAN 6 Depok.

Menurut Zaini, secara prinsip Komisi V juga sepakat dengan niat baik dari pemberlakuan larangan itu agar tidak membebani orang tua murid. Tetapi secara makro juga perlu diperhatikan aspek lain, seperti buntut kepada Sektor Pariwisata hingga memicu adanya aksi protes, seperti yang terjadi kemarin.

Di sisi lain, Gubernur Dedi Mulyadi juga telah merespons terkait aksi demo itu. Ia menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga ketenangan orang tua agar tidak terlalu banyak keluar biaya di luar pendidikan.

Baca Juga:GEMA Kabupaten Bandung Gelar Aksi di Jembatan Dayeuhkolot, Tuntut Percepatan Rehabilitasi hingga TransparansiSukses Kejurnas Slalom Putaran 2, Pacu Potensi Banjar sebagai Kota Event

“Jadi sikap saya akan tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Menjaga kelangsungan pendidikan, dan efiseienkan pendidikan dari beban biaya yang tidak ada kaitanya dengan pendidikan karakter, ” katanya. (Son)

0 Komentar