Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas, mahasiswa menyusun program promosi kesehatan yang berfokus pada edukasi pencegahan penyakit gondongan pada anak sekolah dasar.
Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2025 di SDIT Adzimat, Kecamatan Rancaekek, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 5.
Salah satu inovasi dari kegiatan ini adalah penggunaan media edukatif berbasis permainan tradisional, yakni “Ular Naga Panjang” yang dimodifikasi menjadi permainan edukasi.
Baca Juga:Harlah PKB ke-27, Kang DS : Dari Ziarah, PKB Run hingga Bedah Rumah di 31 KecamatanBaru Rilis di Indonesia, ini Spesifikasi dan Harga Oppo Reno 14 Pro, Reno 14, dan Reno 14F
Dalam permainan ini, siswa yang tertangkap harus mengambil kartu yang berisi pertanyaan atau tantangan seputar penyakit gondongan dan PHBS.
Selain itu, tim mahasiswa juga menayangkan video edukasi animasi yang menjelaskan penyakit gondongan dengan bahasa yang ringan dan visual yang menarik.
Permainan edukatif menjadi pilihan yang tepat karena sesuai dengan dunia anak-anak yang penuh gerak, tawa, dan imajinasi.
Metode ini terbukti efektif dalam menarik perhatian, meningkatkan fokus, dan menumbuhkan semangat belajar anak-anak.
Respon siswa sangat positif, mereka antusias dan aktif menjawab pertanyaan, menirukan gerakan cuci tangan, dan bahkan mampu menjelaskan kembali apa itu gondongan dan bagaimana cara pencegahannya.
Hal ini membuktikan bahwa pendekatan yang tepat dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran kesehatan siswa secara signifikan.
Inovasi ini tidak hanya berdampak pada pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku.
Anak-anak menjadi lebih peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan.
Baca Juga:Simulasi Angsuran Pinjaman KUR BRI 2025 Plafon Rp100-500 Juta20 Contoh Pesan untuk Kakak OSIS MPLS yang Sopan dan Berkesan
Kegiatan ini juga melibatkan guru dan pihak sekolah yang berperan aktif dalam mendampingi serta menerima metode baru dalam promosi kesehatan.
Harapannya, sekolah dapat melanjutkan kegiatan semacam ini secara mandiri.
Kegiatan edukatif ini dirancang dan dilaksanakan oleh 14 mahasiswa dari Kelompok 1 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Bhakti Kencana.
Masing-masing anggota tim memiliki peran yang jelas, mulai dari penyusunan materi, desain media permainan, pemateri, dokumentasi, hingga pengelolaan logistik.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kolaboratif dengan pihak sekolah yang menyediakan ruang, waktu, dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Pemberdayaan siswa sekolah dasar melalui permainan edukatif seperti “Ular Naga Edukasi Gondongan” merupakan bentuk intervensi yang inovatif, menyenangkan, dan tepat sasaran.
Dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak, pesan kesehatan dapat tersampaikan lebih efektif dan berkesan.
