Sementara itu, Plh Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Barat, Ridwan Raharja, menyebut bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif Bawaslu RI menyelenggarakan forum tersebut di wilayahnya.
Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan semangat demokrasi yang mengedepankan transparansi dan partisipasi warga.
“Kami menyambut baik agenda ini. Forum ini penting untuk mensosialisasikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat KBB. Ini menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara masyarakat dan penyelenggara pemilu,” kata Ridwan.
Baca Juga:Event Besar di Bandung Timbulkan Kemacetan, Warga: Rekayasa Lalu Lintas Tak Jelas! Bangun Menara BTS Tak Boleh Sembarangan, Jarak Aman hingga Dampak Ekologis Harus Dikaji!
Ridwan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial secara bertanggung jawab di era digital saat ini. Ia mengajak seluruh peserta forum dan masyarakat pada umumnya untuk menjadi pengguna media sosial yang kritis dan bijak.
“Kita hidup di era informasi yang sangat cepat. Media sosial bisa menjadi alat pengawasan publik yang sangat efektif, tapi juga bisa menjadi sumber misinformasi jika tidak dikelola dengan benar. Oleh karena itu, edukasi seperti ini menjadi sangat penting,” tambahnya.
Ia menambahkan, forum ini juga menekankan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya tanggung jawab Bawaslu semata, tetapi juga menjadi kewajiban bersama antara negara dan warga.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai bagian dari pengawasan pemilu yang partisipatif.
“Selain memberikan pemahaman tentang keterbukaan informasi, forum ini juga membuka ruang diskusi untuk menemukan solusi terhadap tantangan penyebaran hoaks, maraknya disinformasi, dan kurangnya literasi digital di masyarakat,” katanya.
“Dengan dilaksanakannya forum ini di Kabupaten Bandung Barat, Bawaslu berharap terbentuk ekosistem informasi yang sehat, di mana masyarakat bisa lebih mudah dan cepat mendapatkan informasi yang benar serta ikut ambil bagian dalam menjaga integritas pemilu,” pungkas Ridwan. (Wit)
