Melia Pujianti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, mengungkapkan betapa beratnya tahun ajaran ini bagi SMK Yasira.
“Untuk tahun ajaran baru ini cukup menyedihkan,” katanya dengan nada lirih.
Upaya promosi yang gencar dilakukan, mulai dari mendatangi berbagai SMP di Kecamatan Cijeungjing hingga ke luar wilayah, serta memanfaatkan media sosial, ternyata tak membuahkan hasil yang diharapkan.
Baca Juga:Pesta Pernikahan Anak Dedi Mulyadi di Garut Telan Korban Jiwa, Kericuhan Terjadi Saat Makan GratisSempat Buron, Polisi Berhasil Tangkap 1 Tersangka Kasus Perdagangan Bayi Jaringan Internasional
“Meski kami sudah mempromosikan sekolah ke berbagai SMP, pada akhirnya hanya satu siswa yang mendaftar,” jelasnya. Pendaftaran pun masih tetap dibuka, sebagai upaya terakhir.
Berbagai insentif ditawarkan untuk menarik minat calon siswa. Mulai dari beasiswa pendidikan, pembebasan biaya SPP bulanan, pemberian seragam batik gratis, hingga program orang tua asuh bagi siswa yang berasal dari keluarga sangat tidak mampu.
Namun, semua itu seakan belum cukup. Melia menganalisis, rendahnya minat ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh kebijakan penambahan daya tampung sekolah negeri.
“Kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri, dari semula maksimal 36 siswa per kelas menjadi 50. Hal ini menyebabkan sebagian calon siswa memilih sekolah negeri karena daya tampungnya lebih besar,” paparnya.
Meski hanya mengajar satu siswa di kelas X, proses belajar mengajar di SMK Yasira tidak surut.
Kegiatan MPLS dijalankan dengan melibatkan siswa kelas XI dan XII, memberikan nuansa kebersamaan untuk Nurmalita.
Pembelajaran pun tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur, dengan komitmen penuh dari sebelas guru yang tersisa, yang semuanya berstatus tetap yayasan – beberapa guru yang telah lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebelumnya telah berpindah ke sekolah negeri.
Baca Juga:Berujung Diserang Simpatisan Dedi Mulyadi, Wakca Balaka Kecam Penggunaan Akun Media Sosial Lembaga PublikIndustri Pergadaian Marak, OJK Catat Pinjaman Gadai Naik Jadi Rp103 Triliun
“Kami tetap memberikan motivasi kepada siswa yang mendaftar agar tetap semangat belajar di sini,” tegas Melia.
Ironi pun terasa. SMK Yasira menawarkan program keahlian Tata Busana, jurusan yang tergolong langka di Kabupaten Ciamis. Menurut Melia, hanya segelintir sekolah yang memilikinya, seperti di Rajadesa, Hepweti, dan SMK Yasira sendiri.
“Padahal jurusannya langka, tapi anehnya kurang peminat. Padahal prospek lulusannya bagus. Banyak alumni kami yang langsung diterima bekerja di industri garmen, seperti di Tasikmalaya,” ujarnya.
