Komunitas Ojek Online Ini Dukung Skema Komisi Ojol 20 Persen: Order Ramai, Hidup Tenang

Komunitas ojol dari Bogor, Tangerang, Depok, dan Cibinong menyatakan dukungan terhadap skema komisi ojol 20 persen yang diterapkan aplikator seperti Grab.
Komunitas ojol dari Bogor, Tangerang, Depok, dan Cibinong menyatakan dukungan terhadap skema komisi ojol 20 persen yang diterapkan aplikator seperti Grab.
0 Komentar

Ketua Ladies Online Cibinong, Lilis Suryani, menyuarakan kebutuhan driver perempuan. “Bagi kami, perempuan yang mencari nafkah dari jalanan, stabilitas platform sangat penting,” terangnya.

“Kami tidak masalah dengan komisi ojol 20 persen, karena itu sebanding dengan perlindungan dan fitur-fitur keamanan yang kami nikmati dari aplikasi. Yang kami takutkan adalah perubahan sistem yang membuat order berkurang, layanan terputus, dan kami kehilangan penghasilan,” beber Lilis.

Ia menekankan, jangan sampai kebijakan dibuat hanya berdasarkan opini atau tekanan politik dari mereka yang sudah tidak lagi narik. “Kami yang masih aktif inilah yang merasakan dampaknya langsung,” sebutnya.

Baca Juga:Deklarasi Bandung: PTS, Nyawa Baru Pendidikan Tinggi IndonesiaRatusan Ojol Turun ke Jalan, Tolak Ojek Online Jadi Komoditas Politik!

Keempat komunitas, yang menaungi ribuan driver aktif, meminta Kementerian Perhubungan mendengarkan aspirasi driver di lapangan dan tidak mengubah skema komisi ojol 20 persen tanpa kajian mendalam. Mereka menolak aksi 21 Juli 2025 yang diinisiasi Garda, karena tidak mewakili mayoritas driver aktif. Dukungan ini memperkuat harmoni antara mitra pengemudi, aplikator, dan pelanggan dalam ekosistem transportasi online. (bbs)

0 Komentar