Ratusan Ojol Turun ke Jalan, Tolak Ojek Online Jadi Komoditas Politik!

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari Unit Reaksi Cepat (URC) Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, pada Kamis (17/7/2025).
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari Unit Reaksi Cepat (URC) Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, pada Kamis (17/7/2025).
0 Komentar

JABAREKSPRES – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari Unit Reaksi Cepat (URC) Bergerak, yang menaungi sekitar 10.000 anggota, menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, pada Kamis (17/7/2025) pukul 12.00–17.45 WIB.

Bertajuk “Aksi 177: URC Bergerak”, aksi ini diikuti 200–1.000 pengemudi dari Jabodetabek, mengenakan atribut hijau, kuning, dan hitam, menyuarakan tiga tuntutan utama kepada pemerintah.

Jenderal Lapangan URC, Achsanul Solihin (Bang Batman), menegaskan aksi ini lahir dari keresahan nyata pengemudi, bukan agenda politik. “Kami mitra mandiri, bukan karyawan. Status pekerja tetap akan menghilangkan fleksibilitas kerja kami,” ujarnya.

Baca Juga:Lintas Generasi, ATRAKSI Satukan Seni Tari Indonesia Rakernas ABPPTSI 2025: PTS Bangkit, Setara PTN Menuju Indonesia Emas

Tuntutan mereka, disebut Tritura URC, meliputi: Pertama, menolak status buruh atau pekerja tetap karena khawatir persyaratan seperti batasan usia atau ijazah mengurangi jumlah pengemudi aktif (hanya 17% diperkirakan memenuhi syarat).

Kedua, menolak wacana potongan komisi aplikator 10%, karena skema 20% saat ini dianggap wajar dan saling menguntungkan.

Ketiga, mendesak Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Perppu khusus ojek online untuk payung hukum yang jelas.URC menegaskan suara mereka mewakili pengemudi di jalanan, bukan kepentingan politik.

“Aksi ini murni dari keresahan lapangan. Kami tak anti regulasi, tapi menuntut regulasi yang berpihak dan realistis. Slogan kami: Dari Ojol, Oleh Ojol, Untuk Ojol,” tegas Achsanul.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari kepolisian, dimulai dari Lapangan Banteng menuju Silang Selatan Monas, tanpa menyebabkan kemacetan parah.

Pukul 14.45 WIB, 10 perwakilan ojek online beraudiensi dengan Kemenhub, yang menyatakan wacana komisi masih dikaji dan mendukung ide Perppu dengan catatan perlu kajian mendalam. Massa membubarkan diri secara tertib usai audiensi. (bbs)

0 Komentar