JABAR EKSPRES – Rencana penerapan program angkot pintar di Kota Bandung masih berada pada tahap awal dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera direalisasikan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa inisiatif ini masih berupa gagasan dan belum memiliki jadwal pelaksanaan yang pasti.
“Belum dimulai, dan kami belum tahu kapan akan dimulai,” ujar Farhan saat ditemui di wilayah Kelurahan Cihapit, Bandung, pada Jumat (18/7/2025).
Baca Juga:Usai Dua Pejabat Jadi Tersangka Korupsi, Sekda Bandung Barat Minta Pengadaan Dievaluasi Tertibkan Parkir Liar, Dishub Bogor Pasang Rambu Larangan di Simpang Cibinong
Farhan menjelaskan bahwa langkah awal dari program ini adalah mengumpulkan berbagai masukan dari para pelaku transportasi, terutama sopir angkot, sebagai pihak yang akan paling terdampak oleh kebijakan tersebut.
“Kami sudah menerima sejumlah masukan dan akan kami telaah lebih lanjut. Saat ini semuanya masih berupa konsep di atas kertas, belum ada langkah nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan, program angkot pintar bertujuan untuk membangun paradigma baru dalam sistem transportasi di Kota Bandung. Menurutnya, terdapat dua hal penting yang perlu dibenahi secara menyeluruh.
“Pertama, kita harus tinggalkan pola pikir lama. Kedua, kita perlu merombak pendekatan terhadap pembaruan angkot,” katanya.
Farhan menilai bahwa cara pandang terhadap transportasi serta metode peremajaan angkot yang sudah diterapkan sejak era 1980-an kini sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman.
“Kedua aspek ini justru tertinggal dari perkembangan. Sekarang waktunya kita melakukan perubahan menyeluruh,” tegas Farhan.
Sementara itu, pembagian wilayah operasional angkot di Kota Bandung juga masih dalam tahap diskusi, dan belum dapat difinalisasi karena menunggu kelanjutan proyek Bus Rapid Transit (BRT) yang akan mencakup kawasan Bandung Raya.
Baca Juga:Disdagkoperin Gandeng APH Awasi Beras Oplosan di CimahiTerungkap, Sindikat Perdagangan Bayi Internasional Juga Palsukan Dokumen Korban
Menanggapi kekhawatiran dari para sopir angkot terkait kemungkinan penghapusan trayek, Farhan menegaskan bahwa pemerintah kota akan berdialog terlebih dahulu dengan mereka sebelum mengambil keputusan besar.
“Tidak usah khawatir. Jika ada perubahan, sopir angkot akan jadi pihak pertama yang kami ajak bicara. Itu sudah pasti,” pungkasnya. (Dam)
