“Anak-anak yang masuk ke swasta dan kesulitan biaya, kami bantu. Silakan hubungi saya langsung atau ke Bistik. Insya Allah kami bantu supaya bisa sekolah secara gratis,” kata Erwin.
Ia juga menegaskan bahwa prinsip utama Pemkot Bandung adalah menjaga agar semua pihak bisa berjalan seimbang.
“Alhamdulillah, di Kota Bandung semua sekolah swasta terisi. Itu artinya distribusi kami berjalan baik,” ujarnya.
Baca Juga:Pastikan Masuki Persiapan Akhir, Kopdes Merah Putih Bisa Langsung Akses Pendanaan?Trump Sebut Bebas Akses Mineral RI Imbas Tarif Impor AS 19 Persen, ESDM: Tidak Terlalu Berdampak Sih
Berbeda dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang fokus pada penambahan rombel di sekolah negeri, Kota Bandung memilih untuk menjaga keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kebijakan ini dianggap lebih berkelanjutan dan inklusif.
“Menambah rombel itu hak Gubernur. Tapi kami di kota memilih tidak seperti itu. Kami hidupkan swasta, kami seimbangkan distribusi siswa, supaya semuanya bisa berjalan,” pungkas Erwin.
Dengan pendekatan ini, Pemkot Bandung berharap ekosistem pendidikan tetap terjaga dan semua siswa memiliki akses pendidikan yang layak, tanpa mengorbankan keberlangsungan lembaga pendidikan swasta yang turut berkontribusi besar dalam dunia pendidikan kota. (Dam)
