AS Desak Israel dan Suriah Tarik Pasukan dari Selatan Suriah untuk Redam Ketegangan

AS Desak Israel dan Suriah Tarik Pasukan dari Selatan Suriah untuk Redam Ketegangan
Israel terus menyerang markas militer di Latakia, sementara Al-Julani mundur dari Sweida tanpa perlawanan. (SUMBER FOTO: X/SoftWarNews)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Amerika Serikat, pada Rabu (16/7), menyampaikan desakan kepada Israel dan pemerintah Suriah agar segera menarik pasukan mereka dari wilayah selatan Suriah. Permintaan ini disampaikan menyusul konflik yang telah berlangsung beberapa hari di kawasan Suwayda.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menyatakan bahwa tujuan utama AS adalah mengakhiri kekerasan yang terjadi serta meredakan ketegangan di wilayah tersebut.

“Yang jelas, kami ingin melihat konflik ini berakhir, kekerasan yang terjadi segera dihentikan, serta penarikan pasukan Israel dan pemerintah Suriah dari wilayah tersebut,” ujarnya saat menjawab pertanyaan tentang harapan AS terhadap perkembangan situasi di Suriah dalam waktu dekat.

Baca Juga:Vivo iQOO Z10 5G, Hp Tangguh Punya Performa Andal5 Motor Bebek Untuk Pemula: Nyaman dan Mudah Dikendarai

Saat ditanya apakah AS telah meminta secara langsung kepada Israel untuk menghentikan serangan militernya, Bruce tidak memberikan informasi spesifik terkait pembicaraan diplomatik yang sedang berlangsung.

“Kami mendesak pemerintah Suriah agar menarik militer mereka guna memberi ruang bagi semua pihak untuk menurunkan ketegangan dan mencari jalan keluar,” ujar Bruce.

Namun, ia menegaskan bahwa AS mendesak pemerintah Suriah untuk menarik pasukan militernya demi menciptakan ruang bagi upaya meredakan konflik dan menemukan solusi damai.

“Itulah tujuan utama kami, mengingat situasi yang berkembang.” sambungnya.

Konflik di wilayah selatan Suriah sendiri dipicu oleh bentrokan antara milisi Druze dan kelompok Badui di daerah Suwayda. Di tengah ketegangan tersebut, Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah pada hari Selasa dengan alasan melindungi komunitas Druze yang terlibat dalam konflik tersebut.

“Kami memahami bahwa pasukan Israel turun tangan untuk melindungi warga Druze — hal ini dapat kami konfirmasi,” kata Bruce.

Serangan Israel tidak hanya menyasar aset militer di wilayah selatan Suriah, tetapi juga menjangkau fasilitas milik Kementerian Pertahanan Suriah dan area sekitar istana kepresidenan di ibu kota Damaskus.

Ketika ditanya oleh Anadolu terkait apakah AS menganggap fasilitas-fasilitas tersebut merupakan target yang sah bagi Israel, Bruce memilih tidak memberikan tanggapan langsung. Ia hanya menekankan bahwa prioritas utama AS saat ini adalah mendorong penghentian kekerasan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

0 Komentar