Prabowo Guncang Panggung Global: Tarif AS Turun, Indonesia Gabung BRICS, CEPA Eropa Tuntas

Presiden Prabowo Subianto telah selesai menjalani kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara. Prabowo bertolak dari Paris, Prancis, kembali menuju Tanah Air pada Selasa 15 Juli 2025. (BPMI Sekretariat Presiden/BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto telah selesai menjalani kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara. Prabowo bertolak dari Paris, Prancis, kembali menuju Tanah Air pada Selasa 15 Juli 2025. (BPMI Sekretariat Presiden/BPMI Sekretariat Presiden)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Indonesia mencatat terobosan penting dalam diplomasi ekonomi global di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah berhasil menurunkan tarif impor dari Amerika Serikat (AS) dari 32% menjadi 19%, resmi menjadi anggota penuh kelompok BRICS, serta menyelesaikan negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa.

Tiga capaian ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional di tengah tekanan proteksionisme dan gejolak global.

Baca Juga:Perluasan TPA Sarimukti Tak Kurangi Krisis Sampah di Bandung BaratRPJMD Jabar Dikebut, Pertumbuhan Ekonomi Bakal ditarget 7,95 Persen

Kebijakan dagang Presiden AS Donald Trump yang dikenal sebagai “Tarif Trump” sempat mengguncang stabilitas perdagangan internasional.

Sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia, seperti tekstil, elektronik, dan furnitur, mengalami lonjakan tarif dari 5–10% menjadi 32% per 1 Agustus 2025.

Merespons kondisi ini, Presiden Prabowo langsung mengambil inisiatif. Ia mengutus Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai negosiator utama ke Washington, sekaligus menjalin komunikasi langsung dengan Trump.

Upaya diplomatik ini membuahkan hasil: melalui platform Truth Social, Trump mengumumkan kesepakatan baru dengan Indonesia dan menyetujui penurunan tarif menjadi 19%.

Tawaran Investasi Jadi Kunci Negosiasi

Dalam proses perundingan, Indonesia menawarkan paket investasi senilai US$ 34 miliar sebagai solusi untuk mengurangi defisit perdagangan AS.

Investasi tersebut mencakup pembelian energi (US$ 15 miliar), produk agrikultur (US$ 4,5 miliar), serta pengembangan sektor pupuk dan kilang minyak oleh perusahaan nasional seperti Indorama dan Danantara.

Sebagai timbal balik, AS memberikan akses pasar tanpa hambatan untuk produk-produknya di Indonesia.

Baca Juga:Ribuan Pelanggar Terjaring dalam Dua Hari Operasi Patuh Lodaya 2025 di JabarTerbongkar! Sindikat Perdagangan Bayi Internasional Bermula dari Grup Facebook

Sementara itu, produk ekspor Indonesia seperti alas kaki, tekstil, kopi, dan minyak sawit mendapat potongan tarif signifikan yang memperkuat daya saing di pasar AS.

Indonesia Resmi Gabung BRICS

Selain meredam dampak proteksionisme AS, Indonesia juga mengambil langkah penting dengan bergabung sebagai anggota penuh BRICS.

Dalam KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro, Brasil, Presiden Prabowo mengumumkan secara resmi partisipasi Indonesia dalam blok ekonomi yang kini beranggotakan 10 negara.

“Ini sejarah baru bagi Indonesia, menandakan posisi RI yang semakin didengar dan dibutuhkan di forum global,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Keanggotaan BRICS memperluas ruang gerak kerja sama Indonesia di bidang energi bersih, teknologi digital, dan perdagangan lintas negara berkembang. Blok ini mewakili hampir 50% populasi dunia dan menyumbang sekitar 35% dari PDB global.

0 Komentar