JABAR EKSPRES – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SLB Negeri A Citereup, Jalan Sukarasa No. 40, Kecamatan Cimahi Utara, Senin (14/7/2025), mendapat perhatian langsung dari Kementerian Pendidikan. Tak kurang dari 284 siswa mengikuti kegiatan ini, dengan rincian 56 siswa naik jenjang dan 26 siswa baru.
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Saryadi, hadir langsung untuk memantau jalannya MPLS. Ia menekankan pentingnya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik, terutama di sekolah luar biasa.
“Jadi, hari ini adalah hari pertama MPLS, di mana anak-anak atau siswa baru bergabung di SLB Negeri A Citereup,” ujar Saryadi saat ditemui di lokasi.
Baca Juga:Sidak SMAN 1 Bandung, Komisi V Temukan Siswa Tak Kebagian Meja Buntut Penambahan RombelKalahkan Tim Kuat Indonesia dan Inggris, Alexandre Gama Bangga Antar Port FC Juara Piala Presiden 2025
Ia menambahkan, kegiatan MPLS harus terbebas dari praktik-praktik yang tidak mendidik atau tidak bermanfaat. Kegiatan harus diarahkan agar siswa merasa nyaman dan siap belajar dengan semangat di lingkungan sekolah yang baru.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa MPLS dijalankan sesuai dengan pengaturan-pengaturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” tegasnya.
Saryadi juga mengingatkan agar atribut-atribut yang tidak relevan selama MPLS dihindari, serta pelaksanaannya harus berada di bawah pembinaan langsung para guru.
“Di sini saya lihat para guru terlibat sepenuhnya, dan saya rasa ini praktik yang sangat baik, sesuai dengan kebijakan Kementerian,” katanya.
MPLS di SLBN A Citereup akan berlangsung selama lima hari. Inti dari kegiatan ini, kata Saryadi, adalah memperkenalkan lingkungan sekolah secara menyeluruh agar para siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang mindful, meaningful, dan joyful.
“Dengan pendekatan ini, anak-anak bisa belajar penuh kesadaran, kebermaknaan, dan tentunya menyenangkan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SLBN A Citereup, Gun Gun Guntara, menjelaskan karena siswa di sekolah ini merupakan anak-anak istimewa, pendekatan kegiatan pun dibuat lebih inklusif dan menyenangkan.
Baca Juga:Ini Strategi Pemkab Bogor Tangani Anak Tidak Sekolah dan Tingkatkan RRLS!Kalahkan Oxford United, Port FC jadi Juara Piala Presiden 2025
“Di MPLS ini kita mulai dengan program dari Kemendikbud, mengenalkan tujuh kebiasaan. Ditambah lagi ada program dari Jawa Barat, yaitu Panca Waluya, yang juga akan kita terapkan,” terang Gun Gun.
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah membuat siswa merasa senang terlebih dahulu, agar mereka memiliki minat dan kesiapan untuk belajar di sekolah.
