“Sebagai lurah, saya sangat menghargai program ini. Program ini menugaskan setiap ASN untuk menjadi anak asuh bagi para ibu yang sudah lanjut usia dan secara ekonomi memang membutuhkan perhatian,” kata Rusli.
Ia menjelaskan, penetapan siapa saja lansia yang menjadi ‘Indung” disaring berdasarkan usulan dari RT dan RW setempat, dengan pertimbangan utama kondisi ekonomi keluarga.
“Tidak harus lansia yang sudah ditinggal atau hidup sendiri, tapi yang secara ekonomi memang membutuhkan perhatian,” tambahnya.
Baca Juga:TP-PKK Kabupaten Bogor Mantapkan Sinergi, Pokja IV Fokus Isu Kesehatan dan LingkunganMeski Didiskon 80 Persen, Pemkot Banjar Sebut Kadin Run Fest 2025 Masih Belum Bayar Pajak Tiket!
Rusli pun berharap agar program ini tidak berhenti di tengah jalan. Ia mendorong agar ‘Cimahi Peduli Ibu’ menjadi program berkelanjutan, mengingat manfaat besarnya bagi kesehatan dan kesejahteraan perempuan lansia di Cimahi.
“Serta bisa membangun kesadaran di tengah masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap sosok ibu. Karena ibu bukan hanya milik keluarga, tapi juga bagian dari kita semua,” ucap Rusli mengakhiri.
Dengan suara lirih namun penuh kehangatan, Ibu Entin menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.
Baginya, perhatian ini lebih dari sekadar bantuan sembako ia merasa dihargai dan tidak lagi merasa sendiri di usia senjanya.
“Abdi mah ukur jalmi nu teu aya nanaon, mugia rejekina sing langkung seueur. Sing salamet dunya akhirat (Saya ini hanyalah orang biasa yang tidak punya apa-apa. Semoga rezeki kalian semua dilimpahkan lebih banyak lagi. Semoga selamat dunia dan akhirat),” ujar Ibu Entin.
Ia juga menyampaikan harapannya untuk generasi muda dan para ASN yang terlibat dalam program ‘Cimahi Peduli Ibu’.
“Barudakna sing jadi budak nu hadé, nu jujur jeung daria. Muga-muga kapayunna barudakna meunang kahirupan nu hade, nu pinuh ku kabagjaan. (Anak-anaknya semoga tumbuh menjadi anak-anak yang baik, jujur, dan bertanggung jawab. Mudah-mudahan ke depannya mereka mendapat kehidupan yang layak dan penuh kebahagiaan.),” harap Ibu Entin.
Baca Juga:Minggu Terakhir Libur Sekolah, Museum Geologi Bandung Dipadati Ribuan Pengunjung Setiap Hari! Penataan Resmi Dimulai, Bupati Bogor Komitmen Wujudkan Kawasan Puncak Tertib dan Asri
Tak lupa, ia panjatkan doa khusus bagi para pegawai yang telah menyisihkan sebagian rezekinya demi para lansia seperti dirinya.
“Lamun ieu téh jadi cita-cita ti anjeun sadayana, mugia Allah ngabulkeun, sareng dibales ku salamet dunya jeung akhirat. Mugia anu masrahkeun bantuan ogé, dipaparin panjang yuswa, kasehatan, jeung berkah ku Gusti Nu Maha Kawasa. (Kalau semua ini memang menjadi niat tulus dari kalian, semoga Allah mengabulkannya, dan membalasnya dengan keselamatan dunia dan akhirat. Saya juga berdoa, semoga yang telah memberikan bantuan ini diberi umur panjang, kesehatan, dan keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa),” tutup Ibu Entin. (Mong)
