Tinggal Satu Kursi, PPP Cimahi Mulai Bangkit Lewat Kaderisasi dan Konsolidasi

Ketua DPC PPP Kota Cimahi, Agus Solihin saat Sambutan dalam LKKD (mong)
Ketua DPC PPP Kota Cimahi, Agus Solihin saat Sambutan dalam LKKD (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah menghadapi masa-masa sulit di Kota Cimahi. Perolehan kursi di DPRD anjlok drastis dalam tiga periode terakhir.

Namun, di tengah keterpurukan ini, semangat untuk bangkit tetap menyala.
Ketua DPC PPP Kota Cimahi, Agus Solihin, optimistis partainya masih punya peluang besar untuk bangkit, dimulai dari penguatan kaderisasi melalui program Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD).

“Periode 2014 kami punya 5 kursi. Lalu turun jadi 3 kursi di 2019-2024, dan kini hanya tinggal satu kursi untuk periode 2024-2029. Tapi setidaknya Cimahi masih menyumbangkan kursi untuk PPP di Bandung Raya. Di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan KBB, kita nol,” ujar Agus saat ditemui usai pelatihan LKKD di Cibeber, baru-baru ini.

Baca Juga:Wali Kota Bandung Berencana Hapus Trayek Angkot, Ini Tanggapan OrgandaNerikomi Memetika, Meresapi Ekspresi Seni Keramik Karya Sasanti

Menurut Agus, pelatihan LKKD yang digelar oleh DPC PPP Kota Cimahi bersama DPW PPP Jawa Barat merupakan respons atas situasi sulit yang sedang dihadapi partai.

Alih-alih larut dalam keterpurukan karena gagal lolos parlemen di tingkat pusat, kader di daerah justru dituntut untuk bangkit dan solid menyambut masa depan.

“Ini semangat untuk bangkit. Meskipun DPP saat ini sedang menghadapi dinamika menuju muktamar dengan tensi politik cukup tinggi, kami di bawah tetap fokus pada kerja-kerja kepartaian. Siapa pun nanti ketua umumnya, kami tetap menjalankan tugas membangun partai,” tegasnya.

Agus menyebut, pelatihan kader ini tidak hanya menjadi ajang pembekalan ideologi dan keorganisasian, tetapi juga wadah konsolidasi menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan digelar setelah muktamar dan Muswil.

“LKKD ini jadi awal dari proses kaderisasi dan konsolidasi. Nantinya akan diturunkan ke struktur pengurus. Kita butuh pengurus yang handal, bisa kelola partai dengan baik,” ujarnya.

Agus juga mengungkap refleksi atas merosotnya suara PPP di basis lama seperti Cibeber, yang dulu dikenal sebagai lumbung suara partai berlambang Kabah.

“Cibeber itu dulu basis kuat kami. Tapi karena tidak dikelola dengan baik, habis semua. Ini jadi bahan diskusi di LKKD. Kami targetkan pada 2029, bisa kembalikan kejayaan seperti 2014. Bahkan kami ingin kader PPP bisa duduk sebagai pimpinan legislatif,” katanya.

0 Komentar