JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mewacanakan penghapusan seluruh trayek angkutan kota (angkot) sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem transportasi publik.
Wali Kota Bandung, M. Farhan, menyatakan bahwa sistem trayek angkot yang ada saat ini dianggap tidak lagi relevan dan sulit bersaing dengan layanan transportasi berbasis aplikasi seperti ojek dan taksi online. Karena itu, Pemkot berencana mengganti sistem trayek menjadi layanan berbasis permintaan atau on-demand service.
“Kalau masih menggunakan sistem trayek, angkot tidak akan mampu bersaing. Transportasi online semua berbasis carter, angkot tidak. Jadi mereka tidak punya fleksibilitas,” ujar Farhan, Selasa (8/7).
Baca Juga:Nerikomi Memetika, Meresapi Ekspresi Seni Keramik Karya SasantiBandung Barat Dilanda 221 Bencana, Perlunya Mitigasi Serius
Menanggapi wacana tersebut, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung, Neneng Zuranda, menilai bahwa rencana itu masih belum jelas dan perlu dikaji lebih mendalam. Ia menyebut bahwa hingga kini belum ada komunikasi resmi dari Wali Kota maupun Dinas Perhubungan terkait hal tersebut.
“Pak Farhan belum mengonfirmasi apa pun ke Organda. Baik beliau maupun Kadishub belum menyampaikan informasi secara resmi,” kata Neneng saat dikonfirmasi.
Menurut Neneng, penghapusan trayek angkot tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, mengingat saat ini terdapat 5.521 unit angkot yang beroperasi di Kota Bandung dengan 39 trayek yang sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) pemerintah.
“Izin trayek itu legal, dikeluarkan lewat SK. Kalau mau dihapus, harus ada evaluasi dan kajian menyeluruh dulu. Jangan langsung diterapkan begitu saja,” ujarnya.
Neneng menambahkan bahwa selain kajian, diperlukan pula pendataan lengkap terkait jumlah angkot yang akan terdampak dan rencana ke depan untuk para pengusaha angkutan yang selama ini mengoperasikan kendaraan mereka secara mandiri.
“Perlu ada sosialisasi. Meskipun izinnya milik pemerintah, fisik angkotnya adalah milik para pengusaha. Jadi tidak bisa asal hapus,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Pemkot Bandung saat ini memang tengah menyusun langkah-langkah reformasi transportasi publik agar lebih kompetitif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban yang terus berkembang.
