JABAR EKSPRES – Seorang pendaki asal Ciparay berusia 50 tahun dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian ke kawasan Puncak Sunan Ibu Kawah Putih, Kabupaten Bandung pada Sabtu (5/7).
Korban diduga tidak membawa perlengkapan pendakian yang memadai dan mengalami kelelahan serta hipotermia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, informasi awal diperoleh dari pengelola Kawah Putih.
Baca Juga:Pemprov Jateng Bebaskan Pungutan SMA, SMK, dan SLB Negeri Sejak Tahun 2020Gelaran Piala Indonesia Gagal Lagi, Katanya Sih Geografis dan Jadwal Padat Jadi Penghalang
“Ya, kita mendapatkan informasi dari pengelola, Pak Budi, bahwa ada kejadian seorang pendaki yang meninggal dunia di kawasan pendakian Kawah Putih,” kata Wawan saat dikonfirmasi Selasa (8/7/2025).
Wawan menyebut jika korban melakukan pendakian tanpa perlengkapan yang sesuai standar.
“Yang bersangkutan melakukan pendakian dalam posisi yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang semestinya,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, dugaan sementara, korban merupakan pendaki pemula yang belum memiliki cukup pengalaman maupun persiapan menghadapi pendakian di medan ekstrem.
“Pria ini berusia sekitar 50 tahun, ber-KTP Ciparay. Diduga sebagai pendaki pemula, artinya dari sisi perlengkapan tidak memenuhi apa yang semestinya dipersiapkan,” tambahnya.
Wawan menyebut, korban mengalami kelelahan parah dan kedinginan akibat suhu dingin ekstrem di kawasan puncak yang mencapai ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut.
“Gunung Patuha ini kan ketinggiannya di 2.400 mdpl. Dalam cuaca seperti ini, saya kira pasti ada penurunan suhu yang signifikan,” ucap dia.
Baca Juga:Pelaku Rudapaksa Siswi SMP di Gunung Sindur Resmi Jadi TersangkaBupati Ciamis Ditagih Janji, Pendidikan Diniyah Minta Kepastian
Menurutnya, korban diduga melakukan pendakian bersama satu orang lain pada Sabtu pagi. Keduanya disebut telah mendapat peringatan dari pengelola agar tidak melanjutkan pendakian karena kondisi cuaca yang buruk. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.
“Kalau tidak salah, mereka berdua adalah pendaki pemula dan sudah diingatkan oleh pengelola bahwa dalam kondisi sekarang tidak diperkenankan untuk melakukan pendakian,” tegasnya.
Pendakian sendiri dilakukan melalui jalur yang dikelola oleh masyarakat di wilayah Pasirjambu. Wawan menegaskan bahwa meskipun ada beberapa jalur masuk, kawasan atas tetap berada dalam pengawasan pengelola Kawah Putih.
“Gerbangnya ada yang melalui Kawah Putih, ada juga yang melalui jalur pendakian yang dikelola masyarakat. Tapi di atas itu tetap dalam pengawasan pengelola Kawah Putih,” jelasnya.
