Mengapa IPK Tinggi Tak Lagi Jadi Penentu Kesuksesan di Dunia Kerja

IPK Tinggi Tak Lagi Jadi Penentu Kesuksesan di Dunia Kerja
IPK Tinggi Tak Lagi Jadi Penentu Kesuksesan di Dunia Kerja
0 Komentar

Dalam tahap selanjutnya, yang menjadi perhatian adalah kemampuan kandidat dalam menyelesaikan masalah, pemahaman terhadap pekerjaan yang dilamar, serta apakah kandidat hanya unggul secara teori atau benar-benar memahami praktik kerjanya.

Kumparan juga menelusuri data dari beberapa portal pekerjaan, dan hasilnya menunjukkan bahwa IPK tidak selalu menjadi syarat utama. Dari situs JobStreet, sebanyak 60,2% lowongan pekerjaan tidak mencantumkan syarat IPK. Sementara itu, 30,9% lowongan mensyaratkan IPK minimal 3,0, dan hanya 0,6% yang menetapkan IPK di atas 3,5. Mayoritas deskripsi pekerjaan justru lebih menyoroti keterampilan (skills), deskripsi tugas (job description), serta pengalaman yang dimiliki kandidat.

Di portal lain seperti Ind.com, data menunjukkan bahwa 73% lowongan pekerjaan mensyaratkan IPK minimal 3,0, dan 16% mensyaratkan IPK minimal 2,75. Ini mengindikasikan bahwa keterampilan dan pengalaman kerja nyata lebih dihargai dibandingkan sekadar angka dalam transkrip nilai.

Baca Juga:7 Penemuan Misterius yang Diduga Peninggalan Iblis dan Kekuatan Gelap6 Ramalan The Simpsons yang Belum Terjadi Ini Bikin Merinding

Lalu, jika IPK tinggi saja tidak cukup, apa yang perlu Anda miliki?

  • Pengalaman magang nyata, bukan hanya hadir dan mengisi absen.
  • Proyek konkret untuk dijadikan portofolio, bukan sekadar tugas kelompok biasa.
  • Kursus atau sertifikasi tambahan, termasuk yang tersedia secara gratis.
  • Kemampuan soft skills seperti komunikasi, kerja tim, dan critical thinking.

Terakhir, Anda juga perlu memahami bagaimana cara menjelaskan diri sendiri saat wawancara kerja. Di mata HR saat ini, kandidat yang mampu bekerja dengan baik jauh lebih menarik dibandingkan kandidat yang hanya unggul dalam teori.

Jadi, IPK bisa diibaratkan seperti SIM, penting untuk dimiliki, tetapi yang menentukan Anda sampai ke tujuan adalah kemampuan menyetir Anda sendiri: yaitu keterampilan, pengalaman, dan sikap kerja yang Anda miliki.

0 Komentar