5. Sleeping Bag dan Matras
Sleeping bag akan menjaga suhu tubuh tetap hangat saat tidur di suhu dingin pegunungan. Pilih sleeping bag sesuai suhu ekstrem lokasi pendakian.
Lengkapi dengan matras gulung atau matras lipat agar tubuh tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang dingin dan keras.
6. Peralatan Masak dan Makan
Makanan adalah sumber energi utama saat mendaki. Bawalah kompor portable, gas kecil, nesting (panci kecil), serta alat makan pribadi. Siapkan juga makanan instan, camilan tinggi kalori, dan air minum yang cukup.
Baca Juga:5 Tablet Performa Gahar 2025, Cocok untuk Dukung Aktivitas KuliahJangan Panik! Inilah Langkah Tepat Saat Teman Mengalami Hipotermia
7. Jas Hujan
Cuaca di gunung bisa berubah drastis. Meski terlihat cerah di bawah, hujan bisa tiba-tiba turun di atas. Oleh karena itu, jas hujan ringan wajib dibawa. Pilih model ponco yang juga bisa melindungi tas, atau setelan jas hujan atas-bawah yang lebih tahan lama.
8. Senter atau Headlamp
Saat mendaki pagi hari atau malam, penerangan sangat diperlukan. Headlamp sangat disarankan karena praktis dan membebaskan tangan. Tambahkan juga senter kecil cadangan dan jangan lupa membawa baterai ekstra.
9. Peralatan Navigasi
Jangan bergantung sepenuhnya pada penunjuk arah jalur. Bawa kompas, peta jalur pendakian, atau GPS jika tersedia. Jika kamu mendaki di area tanpa sinyal, sebaiknya siapkan juga radio HT untuk komunikasi jarak dekat.
10. Kotak P3K dan Obat Pribadi
Bawa kotak P3K yang berisi perban, plester, alkohol, betadine, obat sakit kepala, obat maag, serta obat pribadi. Cedera ringan atau sakit perut bisa terjadi kapan saja saat mendaki, jadi pastikan semua kebutuhan dasar pertolongan pertama tersedia.
11. Trekking Pole
Trekking pole sangat membantu pendaki pemula karena memberikan tambahan keseimbangan saat melewati jalur terjal atau menurun.
Alat ini juga bisa mengurangi beban pada lutut. Meski terlihat sepele, tongkat ini sangat berguna dalam mendaki gunung.
