Kelebihan dan Kekurangan Mobil Jepang di Indonesia, Belajar dari Merek Honda

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Jepang
Kelebihan dan Kekurangan Mobil Jepang
0 Komentar

Jadi, mengapa biaya jasa tetap tinggi?

Jawaban utamanya adalah branding premium. Ketika suatu merek sudah melekat dengan citra premium, maka hampir semua aspek layanannya, termasuk harga suku cadang dan biaya jasa, akan ikut mengalami kenaikan harga. Inilah yang membuat perawatan mobil Honda, khususnya di bengkel resmi, terasa lebih mahal dibandingkan merek lain.

Perawatan Mobil Honda di Bengkel Umum

Mungkin ada yang berpikir, “Itu kan di dealer resmi. Bagaimana kalau servis di bengkel umum?” Tunggu dulu, faktanya, biaya perawatan mobil Honda di bengkel umum juga cenderung lebih mahal dibandingkan mobil Jepang lainnya.

Sebagai contoh, untuk paket perawatan ringan (misalnya Paket A), harga standar mungkin sekitar Rp600.000. Namun khusus untuk mobil Honda, beberapa bengkel mengenakan biaya tambahan sebesar Rp100.000. Mengapa bisa demikian?

Baca Juga:Skandal Chromebook Rp10 Juta Per Unit, Laptop Kentang Harga Sultan dari Proyek Rp10 Triliun10 Rekomendasi Printer Murah Terbaik di Bawah Rp2 Juta untuk Cetak Harian

Jawabannya terletak pada ruang mesin (engine bay) mobil Honda yang umumnya sempit. Mesin seri “B” milik Honda, misalnya, terkenal sulit diakses karena desainnya yang kompak dan rapat. Ini menyebabkan proses perawatan menjadi lebih sulit dan membutuhkan tenaga serta waktu ekstra. Sebagai ilustrasi, penggantian fan belt pada mobil Honda biasanya lebih merepotkan dibandingkan pada mobil Toyota.

Sejauh pengamatan, Honda adalah salah satu produsen yang sangat memperhatikan estetika dan kerapian ruang mesin. Mereka mendesain engine bay agar sekompak dan serapi mungkin, bahkan menyerupai standar mobil Eropa dan Amerika. Namun, konsekuensinya adalah proses servis menjadi lebih kompleks, dan tentu saja, ada tambahan biaya jasa karena tingkat kesulitannya lebih tinggi.

Ada satu hal lagi yang membuat perawatan mobil Honda relatif mahal: ketersediaan suku cadang aftermarket yang sangat terbatas, bahkan nyaris tidak ada untuk komponen tertentu.

Sebagai contoh, komponen rack steer. Komponen ini memang memiliki masa pakai dan pada waktunya pasti akan rusak. Jika Anda menggunakan mobil Toyota, katakanlah Toyota Avanza, dan mengalami kerusakan pada rack steer, Anda memiliki tiga pilihan:

  • Membeli suku cadang original (dengan harga tinggi),
  • Melakukan rekondisi, atau
  • Membeli produk aftermarket, yang tersedia dalam banyak merek seperti Hacker, Trifindo, dan lainnya.
0 Komentar