JABAR EKSPRES – Hadir dengan menawarkan suku bunga sekitar 6 persen per tahun, serta tenor fleksibel hingga lima tahun, membuat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 kembali menjadi salah satu pilihan pembiayaan favorit bagi pelaku usaha.
Apalagi ditambah pinjaman 20 juta dari KUR BRI 2026 saat ini, tengah banyak dicari oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan bisnis mereka.
Terlebih untuk pinjaman Rp20 juta, diketahui plafon ini masuk ke dalam kategori KUR Mikro yang umumnya tidak memerlukan agunan tambahan.
Baca Juga:Cicilannya Klop buat UMKM! Berikut Simulasi KUR BRI 2026 Pinjaman Rp10 JutaSimulasi KUR BRI buat Februari 2026, Pinjaman Rp30 Juta Ini Punya Cicilan Ringan
Nah, sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur disarankan memahami simulasi cicilan KUR BRI terlebih dahulu agar tenor yang dipilih tetap sejalan, bukan justru menambah beban keuangan.
Tentang KUR BRI 2026 dan Simulasi Cicilannya
Sebagai penyalur utama KUR, Bank Rakyat Indonesia (BRI) 2026 kembali menjadi salah satu pilihan pembiayaan favorit karena menawarkan suku bunga sekitar 6 persen per tahun dengan tenor yang fleksibel hingga lima tahun. Adapun berikut ini gambaran simulasi cicilan yang umum diajukan pelaku usaha:
Pinjaman Rp10 Juta
Untuk KUR Mikro sebesar Rp10 juta dengan tenor 12 bulan, cicilan per bulan berada di kisaran Rp800 ribuan. Skema ini banyak dipilih oleh usaha rumahan atau pedagang kecil karena beban kreditnya masih tergolong ringan.
Pinjaman Rp50 Juta
Sedangkan pada pinjaman Rp50 juta dengan tenor 36 bulan, cicilan mencapai sekitar Rp1,5 jutaan per bulan. Kredit pada level ini umumnya digunakan untuk pengembangan usaha, termasuk pembelian peralatan baru atau perluasan tempat usaha.
Pinjaman Rp100 Juta
Untuk kategori KUR Kecil, dengan plafon Rp100 juta dan tenor 48 bulan, cicilan berada di kisaran Rp2 jutaan per bulan. Skema ini lebih cocok bagi bisnis yang telah memiliki omzet stabil dan manajemen keuangan rapi.
Syarat KUR BRI 2026
Adapun berikut syarat umum dalam pengajuan KUR BRI 2026:
- Warga Negara Indonesia (WNI), minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah.
- Memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain.
- Memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga.
- Surat izin usaha (NIB, IUMK atau SKU).
- NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta.
