Saat ini, kasus tersebut masih bergulir di Kejaksaan Agung dan belum ada pihak yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Proses penyelidikan masih berlangsung.
Kalau dari sudut pandang saya pribadi, sebagai seseorang yang terbiasa mengulas laptop dan mengikuti perkembangan teknologi, sulit untuk tidak merasa kecewa. Bayangkan, Chromebook dengan spesifikasi 4 GB RAM dan 32 GB penyimpanan dibanderol Rp10 juta. Rasanya seperti: “Ini uang pajak saya digunakan untuk membeli perangkat seperti itu?” Tidak masuk akal.
Pada akhirnya, skandal Chromebook ini bisa menjadi pelajaran pahit bagi kita semua. Bahwa di era digitalisasi, jika tidak diiringi dengan transparansi, maka akan berubah menjadi koruptorisasi. Wah, kata-kata saya bagus juga, ya.
Baca Juga:10 Rekomendasi Printer Murah Terbaik di Bawah Rp2 Juta untuk Cetak HarianBahaya Smart AI Studio Aplikasi AI Palsu Skema Investasi Bodong
Ngomong-ngomong, apakah sekolah kalian atau mungkin kalian sendiri pernah menerima bantuan laptop dari pemerintah dengan spesifikasi seperti itu, RAM 4 GB, penyimpanan 32 GB, dan harga yang katanya Rp10 juta per unit?
Biasanya laptop itu kalian gunakan untuk apa? Jangan-jangan hanya dipakai untuk main gim dinosaurus di Chrome yang lompat-lompatan itu karena tidak bisa digunakan untuk tugas lainnya.
