Akan tetapi sekarang kondisinya terbalik, Sekda banyak ke lapangan dengan tugas-tugas sesuai keinginan dari Gubernur Jabar.
‘’Ini kan terbalik, justru Wagub Jabar yang di kantor tiap hari, sementara Sekda di lapangan. Ini jelas korban gaya KDM dalam memimpin,” tegasnya.
KDM ketika ke lapangan tidak lepas dari pembuatan konten dengan tujuan untuk membangun pencitraan kepada masyarakat.
Baca Juga:Pemkot Bandung Luncurkan Program Bebas Nyamuk dan Edukasi DBDNabati Wujudkan Kepedulian Perbaiki Plafon MTs Nurul Ulum
Arman menilai gaya kepemimpinan KDM juga cenderung mencetuskan kebijakan dengan spontan tanpa ada kajjian mendalam. Sehingga menimbulkan kontroversi.
Untuk itu, KDM harus membangun komunikasi dengan para bawahannya sehingga kebijakan yang dijalankan oleh KDM dapat dipahami oleh bawahannya.
‘’KDM harus mampu membangun komunikasi yang baik selain dengan para pejabat dibawahnya, juga dengan mitra kerjanya DPRD,’’ ujarnya.
KDM juga harus mengurangi pembuatan konten yang tidak penting dan hanya ingin menarik simpati seperti membagi-bagikan uang kepada masyarakat.
Membagi-bagikan uang kepada masyarakat, merupakan cara yang kurang baik dan tidak akan menyelesaikan masalah. Terlebih akan menimbulkan kecemburuan oleh masyarakat lainnya.
‘’Kalau sekedar memberi uang kepada orang kecil, baiknya tak usah dipamer-pamer. Kalau mau bagi duit, ya bagi seluruh warga miskin di Jabar lewat kebijakan,” pungkas Arman. (yan).
