Sekda Jabar jadi Korban Gaya Kepemimpinan KDM

Sindiran keras Wagub Jawa Barat Erwan Setiawan kepada Sekda Jabar merupakan peringatan untuk gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.
Sindiran keras Wagub Jawa Barat Erwan Setiawan kepada Sekda Jabar merupakan peringatan untuk gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.
0 Komentar

JABAREKSPRES – Adanya sindiran keras dari Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan kepada Sekretaris Daerah ( Sekda ) merupakan bentuk peringatan keras dan ada ketidak beresan pada kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

Direktur Riset Indonesian Political Studies (IPS) Arman Salam mengatakan, sindiran keras bernada protes dari Wakil Gubernur Erwan Setiawan merupakan peringatan untuk Dedi Mulyadi.

‘’Ini harus dimaknai sebagai warning adanya ketidakberesan dalam kepemimpinan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi,’’ujar Arman dalam rilisnya kepada Jabar Ekspres dikutip Kamis, (04/07/2025).

Baca Juga:Pemkot Bandung Luncurkan Program Bebas Nyamuk dan Edukasi DBDNabati Wujudkan Kepedulian Perbaiki Plafon MTs Nurul Ulum

Menurutnya, meski keduanya sekarang sudah berdamai dengan berpelukan, namun kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dinilai tidak beres.

Kemarahan Wagub Jawa Barat kepada Sekda merupakan bentuk protes dan sudah ditahan lama penuh dengan kesabaran.

Ketika ada momentum dalam Rapat Sidang Paripurna di DPRD Jabar, Erwan mengungkapkan unek-uneknya dihadapan dewan.

‘’Nah ini kebetulan ketemu momentum yang tepat untuk menumpahkan protesnya tersebut saat hadir mewakili gubernur pada rapat paripurna,’’ kata Erwan.

Arman menilai, semenjak Dedi Mulyadi terpilih jadi Gubernur, gaya kepemimipinan Sekda Jabar berubah drastis.

Sekda Jabar Herman Suryatman seperti mengikuti gaya dan pola kepemimpinan Dedi Mulyadi yang rajin turun ke lapangan.

Dalam agenda kegiatannya, Sekda Jabar banyak turun ke lapangan untuk mengikuti gaya KDM sapaan akrab Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga:Generali Indonesia Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 17 KotaOtsuka Group Luncurkan Program Kesehatan Jiwa untuk Pekerja

KDM juga seperti mengabaikan keberadaan Wagub Jawa Barat dan lebih memberikan porsi tugas kepada Sekda Jabar. Sehingga, pola kepemimpinan tersebut sangat tidak sehat.

“Ini kan tidak sehat. Beberapa tugas Wagub, banyak diambil oleh Sekda,’’ kata Arman.

Arman menilai wajar jika Wagub Jabar Erwan Stiawan marah dan meluapkan unek-unek yang selama ini mengganjal hatinya.

Wagub Erwan merasa tidak pernah diberikan tugas oleh KDM dan lebih memilih Sekda Jabar. Bahkan, Sekda sepeti diberikan tugas untuk mewakili Gubernur.

Seharusnya, hal yang paling mendasar tugas sekda adalah melalukan pembenahan dan tata kelola birokrasi. Tapi hal ini tidak dilakukan dan Sekda malah tidak pernah ada di meja kerjanya.

Kerja Sekda Jabar bukan untuk mendampingi Gubernur untuk ke lapangan dengan membuat konten dan tidak perlu sering ke lapangan.

0 Komentar