Tunggu Hasil Audit, Dedi Mulyadi Tak Banyak Bicara Soal Lingkaran Kasus PT MUJ

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memilih tidak banyak bersuara terkait kasus yang menjerat PT Migas Utama Jabar (MUJ). Ia masih menunggu hasil dari tim audit.

Pria yang akrab disapa KDM itu mengungkapkan, semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tengah diaudit, untuk mendalami berbagai persoalan yang ada.

“Sekarang lagi (Audit.red) investigatif. Saya tidak akan mendahului sebelum audit selesai,” katanya saat ditanya mengenai kasus yang menyeret eks Direktur PT MUJ Begin Troys itu, Rabu (2/7).

Baca Juga:Prospek Penerimaan Pajak Semester I 2025 Capai Rp831,27 TriliunAlasan Jateng Menarik untuk Tempat Investasi

KDM masih memberi waktu auditor untuk bekerja, hasilnya akan menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan kepada BUMD, termasuk di dalamnya PT MUJ.

Spesifik yang terjerat kasus hukum, pihaknya menghormati proses yang ada.

“Soal kasus hukum ya silahkan berjalan,” bebernya.

Lingkaran kasus yang menyeret PT MUJ mencuat beberapa waktu lalu, bermula setelah Kejari Kota Bandung menetapkan tiga tersangka pada kasus korupsi dengan kerugian Rp 86,2 miliar, Jumat (20/6).

Mereka adalah mantan Direktur PT MUJ Begin Troys, Direktur PT ENM 2020-2022, yang merupakan salah satu anak usaha PT MUJ, serta Direktur PT Serba Dinamik Indonesia (SDI), Nugroho Widiyantoro.

Kasus tersebut mengenai kerja sama pengadaan barang dan jasa, khususnya terkait pengelolaan kilang minyak.

Begin Troys yang saat itu menjabat Dirut PT MUJ diduga menerbitkan surat tidak keberatan kerja sama antara PT ENM dan PT SDI, Surat tersebut tanpa memperhatikan kajian analisa bisnis yang kurang matang.

Kini Kejari Kota Bandung juga tengah mendalami kasus tersebut, sehingga tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.(son)

0 Komentar