Proyek Gagal SMKN 1 Cijeungjing Tumbang di Tangan Pemenang Lelang Terendah

Proyek Gagal SMKN 1 Cijeungjing Tumbang di Tangan Pemenang Lelang Terendah
Daftar perusahaan yang ikut lelang tender bangunan SMKN 1 Cijeungjing Kabupaten Ciamis pada tahun 2023. CV Amira Hasna Kreasi merupakan perusahaan penawar terendah, mencapai 80 persen dari pagu anggaran dan dinyatakan sebagai menenang lelang. (istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Praktik lelang proyek pemerintah dengan menjadikan penawaran harga terendah sebagai satu-satunya penentu kemenangan kembali memunculkan tanda tanya besar atas kualitas hasil pembangunan.

Kasus terkini terjadi pada proyek pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, di mana pemenang tender, CV Amira Hasna Kreasi, memenangkan proyek senilai miliaran rupiah dengan penawaran fantastis hanya 80 persen dari pagu anggaran, sekitar Rp2,67 miliar. Nilai ini menjadi lampu merah atas potensi kegagalan konstruksi dan penyimpangan prosedur.

Yang mengherankan, bukan hanya satu, melainkan tiga perusahaan yang menawarkan harga sama rendahnya: CV Anugrah Riza Putra, CV Campernik, dan CV Amira Hasna Kreasi. Dari ketiganya, Amira Hasna Kreasi akhirnya ditunjuk sebagai pelaksana berdasarkan Surat Perjanjian dan Surat Perintah Mulai Kerja Nomor 2863/KU.11.08/PSMK tertanggal 29 Agustus 2023.

Baca Juga:Tak Tahu Ada Penutupan, Pengunjung Kecewa Kebun Binatang Bandung Libur Hari IniHabiskan Rp10 M, Revitalisasi Situ Lengkong jadi Proyek Gagal hingga Perekonomian Warga Mati

Penawaran yang hanya menyentuh 80 persen dari nilai pagu ini, menurut sejumlah sumber yang terlibat dalam pengawasan proyek, bukanlah keberhasilan efisiensi, melainkan celah berbahaya dalam sistem.

Celah yang memungkinkan penyedia jasa fokus semata pada memenangkan tender dengan harga serendah mungkin, tanpa pertimbangan memadai atas kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai spesifikasi dan standar kualitas yang ditetapkan.

Kekhawatiran itu tampaknya bukan tanpa dasar. Investigasi Jabar Ekspres di lapangan menunjukkan indikasi kuat bahwa hasil pekerjaan pembangunan di SMKN 1 Cijeungjing ini jauh dari kata maksimal. Pekerjaan yang mencakup Unit Sekolah Baru (USB) di area perbukitan, meliputi pemerataan lahan, pembangunan Turap Penahan Tanah (TPT), ruang kantor, ruang kelas, dan WC seluruhnya dikerjakan dalam satu tahun anggaran, diduga kuat tidak mengacu pada gambar rancangan awal.

Lebih memprihatinkan, kualitas konstruksi yang dihadirkan oleh CV Amira Hasna Kreasi diprediksi oleh beberapa pengamat dan sumber, tidak akan berusia manfaat panjang.

Dugaan mengerucut pada ketiadaan standar profesional yang memadai dari perusahaan pelaksana, sebuah risiko besar yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam evaluasi tender, namun seolah terabaikan demi angka penawaran terendah.

Ironisnya, aturan sebenarnya dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sudah cukup jelas. Penawaran terendah bukanlah satu-satunya aturan baku. Aturan mensyaratkan penawaran tersebut harus responsif, yaitu memenuhi seluruh persyaratan administrasi, teknis, dan kualifikasi secara ketat.

0 Komentar