Kebutuhan Susu MBG Tak Terpenuhi, DPRD Dorong Pemprov Kolaborasi dengan Victoria

Kebutuhan Susu MBG Tak Terpenuhi, DPRD Dorong Pemprov Kolaborasi dengan Victoria
Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q.Iswara (batik biru) saat menyampaikan hasil kunjungan perwakilan dari Victoria Australia. (Son / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – DPRD Jabar mendorong Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Victoria Australia dalam hal penyediaan susu. Salah satunya untuk mengcover kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q.Iswara menuturkan, kebutuhan susu untuk masyarakat Jabar belum sepenuhnya tercover oleh peternakan yang ada. Karena itulah butuh strategi alternatif dalam memenuhi kebutuhan itu.

Apalagi saat ini ada program strategis dari pusat yaitu MBG. Strategi itu salah satunya melalui kolaborasi dengan Pemerintah Victoria Australia. Dengan mendatangkan susu dari daerah tersebut.

Baca Juga:Bandung Zoo Ditutup Sementara, TSI: Kami Tidak Tahu!Soal Temuan Ratusan Dokumen Kendaraan di Gudang Motor Curian KBB, Keasliannya Masih Diselidiki

“Kebutuhan susu kan belum sepenuhnya bisa dicover peternakan di Jabar. Makanya kami harap bisa ada dukungan dari Pemerintah Victoria, apalagi sekarang ada MBG,” cetusnya, Kamis (3/7).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan produksi susu dari sapi perah di Jabar pada 2023 ada di angka 268.467 ton.

Hal itu disampaikan Iswara di depan sejumlah wakil rakyat dari Victoria yang hari itu sengaja berkunjung ke DPRD Jabar.

Menurut politikus Partai Golkar itu, produksi susu Victoria cukup baik, termasuk penyumbang produksi susu terbesar di negaranya. “Ada sekitar 25 persen susu Australia dari Victoria,” cetusnya.

Selain itu, kolaborasi antara Jabar dengan Victoria sebenarnya juga sudah terjalin lama. Itu sejak 2019 lalu terkait kolaborasi bidang peternakan. “Mereka (perwakilan dari Victoria.red) juga melakukan kunjungan balasan. Ingin menindaklanjuti kolaborasi juga,” imbuhnya.

Iswara melanjutkan, dalam waktu dekat, Pemprov Jabar dengan Pemerintah Victoria juga bakal teken perjanjian yang rencananya akan dilakukan di Gedung Sate. Ia berharap kolaborasi itu bisa berjalan dengan baik.

Kolaborasi itu juga berbagai aspek. Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, hingga persoalan kebudayaan. “Mereka juga kagum dengan budaya, jadi berencana keliling melihat situs-situs budaya yang ada,” bebernya.

Baca Juga:Meski Andalkan Ecobrick, Sampah Plastik Multilayer Masih Jadi Masalah di CimahiLakukan Pengoplosan hingga Pengurangan Volume, 212 Produsen Beras Nakal Ditindak!

Perwakilan Victoria juga sempat untuk mengajak kunjungan balik. Namun menurut Iswara hal itu sulit direalisasikan tahun ini.

“Tahun ini tidak ada (kunjungan ke luar negeri.red) karena efisiensi. Mudah-mudahan tahun depan lebih leluasa dan sudah ada relaksasi,” ucapnya saat disinggung terkait kunjungan balik itu.(son)

0 Komentar