Susi Beri ‘Wejangan’ ke Dedi Mulyadi, Harus Ada Subsidi Penerbangan untuk Hidupkan Kertajati!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Walikota Bandung Muhammad Farhan dan Founder Susi Air Susi Pudjiastuti saat menghadiri inagurasi penerbangan perdana pesawat Caravan milik maskapai Susi Air tujuan Bandung-Yogyakarta di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (2/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Walikota Bandung Muhammad Farhan dan Founder Susi Air Susi Pudjiastuti saat menghadiri inagurasi penerbangan perdana pesawat Caravan milik maskapai Susi Air tujuan Bandung-Yogyakarta di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (2/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat saran menarik dari Susi Pudjiastuti, terkait subsidi penerbangan untuk menghidupkan kembali Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Dedi Mulyadi memang bertemu dengan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Bos Susi Air tersebut di Bandara Husein Sastranegara, Rabu (2/7). Pertemuan itu dalam rangka menyaksikan penambahan rute penerbangan dari maskapai Susi Air.

“Operasional Bandara itu sekitar Rp 60 miliar pertahun. Bu Susi menyarankan ada subsidi untuk penerbangan. Saya baru tau itu dari Bu Susi,” bebernya.

Baca Juga:Tambang Emas Ilegal Gunung Wangun Bogor Makan Korban Jiwa, Satu Orang Tewas Tertimbun LongsorCukupkah Kampung Siaga Bencana Menjawab Ancaman Gempa di Kota Bandung?

Pria yang akrab disapa KDM itu mengaku sepakat dengan saran Susi tersebut. Apalagi itu bisa menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem penerbangan di Jawa Barat.

Menurutnya, hal itu bisa dimulai dengan menghidupkan penerbangan pesawat berbadan kecil sebelum ke pesawat berbadan besar.

Oleh karena itu, KDM juga mendorong agar Susi Air bisa kembali beroperasi di Bandara Kertajati. Setidaknya dengan 5 rute, mulai dari Kertajati – Halim untuk memfasilitasi kru pesawat.

Karena selama ini moda transportasi kru pesawat selalu menjadi persoalan. Tidak sedikit maskapai harus mendatangkan kru dari Jakarta. Kalau waktu perjalanan lama juga menjadi masalah sendiri dari maskapai.

Lalu penerbangan feeder seperti Kertajati – Cilacap, Kertajati – Pangandaran, Kertajati – Pubalingga, Kertajati – Tasik.

KDM juga menegaskan, Bandara Kertajati saat ini bakal difokuskan untuk penerbangan internasional, khususnya untuk haji dan umrah. “Saya putuskan untuk internasional saja dulu. Haji umroh agar nanti domestik mengikuti,” katanya.

Terkait polemik menghidupkan kembali Bandara Husen, KDM juga tidak bisa berbicara banyak. Karena kebijakan tidak bisa diputuskan tingkat provinsi saja, melainkan harus ada dari Pemerintah Pusat. “Saya ini Gubernur. Harus sayang sama Husein, harus sayang sama Kertajati,” ucapnya.

Baca Juga:Lagi, Relokasi Pedagang Pasar Cihaurgeulis Tersendat, Farhan Beberkan Sejumlah AlasanKenaikan Harga LPG 3 Kg Picu Keluhan Pangkalan, 4 Lokasi di Cimahi Ketahuan Jual di Atas HET

KDM melanjutkan, langkah lain untuk mendongkrak Bandara Kertajati adalah dengan pembangunan asrama haji di kawasan bandara. “Ada rencana itu. Rencana awal Agustus akan ada MoU dengan Kemenag dan Badan Haji. Kalau pertemuan dengan menteri sudah,” bebernya.

Selain itu, KDM juga menyampaikan sejumlah siasat mendukung ekosistem transportasi di Jabar. Mulai dari rencana moda transportasi Bandung Raya. Termasuk reaktivasi rel kereta api.

0 Komentar