Sesuai Keputusan Gubernur Jabar, RSUD Al Ihsan Berganti Nama Jadi RS Welas Asih

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan yang berlokasi di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, tengah dalam proses pergantian nama menjadi Rumah Sakit Welas Asih. Foto Agi
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan yang berlokasi di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, tengah dalam proses pergantian nama menjadi Rumah Sakit Welas Asih. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan yang berlokasi di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, tengah dalam proses pergantian nama menjadi Rumah Sakit Welas Asih.

Perubahan nama ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang telah ditetapkan pada 19 Juni 2025.

Ahli Hukum Pertama RSUD Al Ihsan, Zidney Fahmidyan, menjelaskan jika proses rebranding sudah mulai berjalan meskipun plang nama Rumah Sakit belum berganti.

Baca Juga:Mensesneg Sebut Pemerintah Bentuk Tim Kaji Putusan MK Terkait Pemisahan PemiluBantu Masyarakat Miliki Rumah, Menteri PKP Desak PPN 0 Persen Dilanjutkan

“Untuk tindak lanjut arahan dari Pak Gubernur, harapannya rumah sakit Al Ihsan berubah menjadi rumah sakit Welas Asih. Pergub-nya sudah ada, dan proses internal di rumah sakit sudah berjalan 30 persen. Tinggal pelaksanaan di lapangan 100 persen,” ujarnya saat ditemui, Rabu (2/7).

Zidney mengungkapkan, alasan pergantian nama dari Al Ihsan ke Welas Asih adalah untuk menyesuaikan dengan semangat baru rumah sakit, yakni menggambarkan kearifan lokal Sunda tanpa meninggalkan akar nilai Islam.

“Dulu nama Al Ihsan itu sudah dipakai sejak 1995, latar belakangnya memang kuat secara keislaman. Tapi sekarang, arahan dari Pak Gubernur adalah mengangkat nilai budaya Sunda. Nama Welas Asih itu diambil dari nilai-nilai kasih sayang, yang sejatinya tetap bersumber dari Asmaul Husna, Ar-Rahman dan Ar-Rahim,” kata Zidney.

Rencana rebranding ini ditargetkan rampung sepenuhnya dalam tahun ini. Saat ini, sebagian besar elemen visual rumah sakit masih menggunakan nama RSUD Al Ihsan, namun Zidney menegaskan jika perubahan akan dilakukan secara bertahap.

“Proses perubahan sedang berjalan paralel dengan kebijakan yang lebih dulu turun. Mudah-mudahan secepatnya akan selesai dan 100 persen berubah tahun ini,” katanya.

Meski nama RSUD Al Ihsan sudah dikenal luas oleh masyarakat selama hampir tiga dekade, respons dari pasien sejauh ini cukup positif.

Menurut Zidney, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel pendapat dari pasien yang berjumlah sekitar 1.800 hingga 2.000 orang per hari.

Baca Juga:Tantangan Implementasi Program MBG, 6 Bulan Berjalan Anggaran Terserap 7 PersenBertemu Dubes Singapura, Ahmad Luthfi Ingin Penerbangan Langsung Semarang-Singapura Dibuka Lebih Cepat

“Alhamdulillah, dari beberapa pasien yang dimintai pendapat, mereka ikut mendukung perubahan ini. Apalagi setelah dijelaskan bahwa makna nama Welas Asih tetap berakar dari nilai-nilai Islam,” ungkapnya.

Secara historis, nama Al Ihsan sendiri berasal dari era awal pendirian rumah sakit ini, yang mulanya merupakan yayasan bernama Rumah Sakit Islam Al Ihsan.

0 Komentar