Wali Kota Cimahi Soroti Layanan RS Cibabat: Pelayanan BPJS Harus Fleksibel dan Tanpa Diskriminasi

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, merespons serius viralnya keluhan di media sosial tentang dugaan keterlambatan penanganan pasien BPJS di RSUD Cibabat, yang berujung pada kematian.

Pemerintahan Kota Cimahi berjanji akan mengevaluasi manajemen rumah sakit tersebut menyusul banyaknya aduan dari masyarakat soal pelayanan yang dinilai tidak maksimal.

“Tentang Rumah Sakit Cibabat, tentunya memang banyak di media sosial tentang kejadian-kejadian itu. Tetapi semuanya ini kami akan klarifikasi, karena semuanya sudah melalui mekanisme,” ujar Ngatiyana, saat ditemui di Lapangan Mekarsari, KBB usai Upacara Hari Bhayangkara ke-79, Selasa (1/7/25).

Baca Juga:HUT Bhayangkara ke- 79, Sinergitas Forkompinda Jadi Kunci Keberhasilan Polda Jabar!Disnaker Cimahi Tak Gelar Job Fair Tatap Muka, Dorong Digitalisasi Job Fair Lewat Platform Sidakeptri

Kasus ini mencuat setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan keluarga pasien mengeluhkan pelayanan di RS Cibabat.

Pasien yang diketahui berasal dari Kabupaten Bandung Barat itu disebut telah dirujuk ke RS Cibabat setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di beberapa rumah sakit lain.

“Saya sampaikan beberapa informasi, yang sakit itu memang dari Kabupaten Bandung Barat. Dilayani, dirujuk ke Rumah Sakit Cibabat, tetapi pasien atau yang bersangkutan itu memang sudah memiliki penyakit yang sudah berpindah-pindah ke rumah sakit. Diperiksa oleh dokter dan harus dirujuk ke rumah sakit yang terdekat dan bisa menangani,” ujar Ngatiyana.

Ia menegaskan, proses penanganan pasien telah sesuai prosedur dan tidak dilakukan secara gegabah.

“Dari awal sudah dilayani, kemudian diperiksa melalui mekanisme. Jadi tidak ujuk-ujuk bisa ambil tindakan, tetapi selalu melalui mekanisme. Tetapi semuanya itu kehendak Allah, kita tidak tahu. Sudah dilayani, tetapi ternyata ya memang harus seperti terjadi,” tambahnya.

Ngatiyana pun menyampaikan empati mendalam kepada pihak keluarga pasien. Ia berharap kejadian serupa tak terulang.

“Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa lagi, dan kemudian masyarakatnya atau suaminya, keluarganya diberikan ketabahan dalam menghadapi hal itu,” katanya.

Baca Juga:Sespri Kapolri AKBP Wikha Ardilestanto Jabat Kapolres BogorBPK Sebut Dampak ‘Fraud’ Rusak Kepercayaan Publik

Terkait pertanyaan mengenai komitmen pelayanan terhadap pasien BPJS, Ngatiyana menegaskan bahwa semua pasien harus mendapat perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.

“Kami mengharapkan pelayanan BPJS tetap konsekuen ya. Karena diklaim juga tetap, pelayanan itu adalah merupakan kewajiban tanggung jawab kita bersama. Saya harapkan BPJS juga harus mempermudah, dan masyarakat dilayani juga mudah dengan BPJS. Fleksibel lah ya, semua tidak melanggar aturan,” tegasnya.

0 Komentar