JABAR EKSPRES – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, turut bersuara terkait polemik bonus kepada Persib Bandung. Ia berharap persoalan itu tak berkepanjangan dan segera berakhir.
Erwan menguraikan, sikapnya senada dengan sang bapak alias Bos Persib Bandung Umuh Muchtar. “Bapak saya kan ada kekhawatiran. Ini (bonus.red) kan dari ASN. Kalau ada satu yang terlibat masalah nanti bisa berkepanjangan,” jelasnya saat ditemui di Gedung Sate, Senin (30/6).
Ia berharap Persib lebih baik fokus menghadapi kompetisi ke depan, yakni Piala Presiden dan Liga 1 musim depan.
Baca Juga:Pedagang Bandung Tolak Revitalisasi Sejumlah Pasar, Perumda Klaim Sudah Ada Titik TemuBandung Barat Perketat Tambang: 13 Lokasi Ilegal Akan Ditindak, Pemkab Siapkan Langkah Tegas dan Terukur
Sebagai anak Umuh Muchtar yang merupakan salah satu pemilik saham Persib, Erwan mengaku memiliki ikatan emosional dengan klub kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat itu.
Menurut Erwan, pola pemberian bonus saat ini berbeda dengan yang diberikan era Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin dulu.
Kala itu Persib juga jawara Liga I musim 2023/2024, Pemprov menyerahkan kadeudeuh senilai Rp 500 juta. Namun itu dikumpulkan dari CSR sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar.
Hal itu beda cerita dengan saat ini, di mana bonus dikumpulkan dari para ASN. “Kalau CSR kan lebih lumrah dan wajar. Kalau sekarang kan dari ASN. Malah terkesan dipaksa. Padahal kami (Persib.red) juga tidak minta,” terangnya.
Polemik bonus Persib ini mencuat beberapa hari terakhir. Itu bermula dari uang bonus yang dikumpulkan Pemprov Jabar dari para ASN.
Nilainya mencapai Rp 365 juta. Nilai itu tidak sesuai dengan apa yang sempat dijanjikan Gubernur Jabar yaitu Rp 1 miliar.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berkoar bahwa bakal menggelontorkan bonus Rp 2 miliar kepada Persib Bandung. Rincianya Rp 1 miliar dari pribadi dan Rp 1 miliar dari patungan ASN.
Baca Juga:Terungkap! Sabu ‘Blue Ice’ Berpewarna Siap Edar di Bandung, Polisi Tangkap Satu PelakuNaik Racing Simulator, Bayar Pajak Jadi Menyenangkan di Jateng Fair 2025
Lalu Dedi Mulyadi sendiri telah menyerahkan bonus senilai Rp 1 miliar tunai. Sementara dari ASN hanya terkumpul senilai Rp 365 juta. Hasilnya, pihak Persib menolak bonus yang dari hasil patungan ASN tersebut.(son)
