JABAR EKSPRES – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, turut menanggapi kondisi terkini Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mengungkapkan secara rinci langkah atau solusi strategis untuk mengoptimalkan operasional bandara tersebut
Herman menuturkan, secara prinsip Pemprov Jabar termasuk Pemerintah Pusat dan stakeholder lain tengah berupaya mencari solusi terbaik terhadap Bandara di Majalengka itu.
“Kami berikhtiar semaksimal mungkin mengoptimalkan kinerja BIJB,” cetusnya.
Baca Juga:Pelototi Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Kecamatan Bogor Timur, Dedie Rachim: Jalan Pajajaran Jadi Perhatian! Pasca-Haji, Kemenag Cimahi Gerak Cepat Awasi Kesehatan Jamaah
Herman melanjutkan, salah satu rencana pengoptimalan yang bakal dilakukan adalah perbaikan infrastruktur. Yakni layanan pemeliharaan pesawat.
“Jadi nanti ada fasilitas pemeliharaan pesawat. Termasuk helikopter,” bebernya.
Rencananya fasilitas pemeliharaan helikopter atau overhaul akan dibangun oleh pihak Anak Perusahaan Garuda. “Mereka sudah menyanggupi dengan membangun infrastrukturnya,” bebernya.
Sementara yang menantang adalah fasilitas pemeliharan non helikopter. “Ini membutuhkan taxiway. “Ini masih kami bicarakan dengan pusat,” bebernya.
Herman menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk menggenjot BIJB. Termasuk kini terkait hilangnya penerbangan domestik.
Dalam kesempatan itu, Herman juga menghormati usulan yang disampaikan Wali Kota Bandung M.Farhan. Yakni untuk menghidupkan kembali Bandara Husein.
“Kami hormati, tapi ini kan tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat,” cetusnya.
Sebelumnya, Kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kian memprihatinkan. Kini, semua penerbangan domestik di Bandara yang ada di Majalengka itu resmi berhenti beroperasi karena ditinggal maskapai.
Baca Juga:Ratusan Jabatan Kosong akan Terisi, Disdik KBB Siap Lantik Kepala SekolahPemkot Bandung Ultimatum Para Pengurus Pasar Cihaurgeulis Terkait Tumpukan Sampah Menahun
Sejumlah maskapai penerbangan yang dulunya parkir pesawat di bandara itu, kini menarik pesawatnya.
“Terhitung 2 Juni lalu, penerbangan domestik belum tersedia,” kata Kepala Biro Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Investigasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Jabar Deny Hermawan.
Deny melanjutkan, ada sejumlah alasan yang membuat penerbangan domestik di Bandara Kertajati belum bisa dilayani.
“Karena keterbatasan armada, maskapai memprioritaskan untuk melayani penerbangan dengan rate okupansi yang lebih tinggi,” jelasnya.(son)
