Jabar Ekspres- Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan jika kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung harus benar-benar tuntas pada tahun 2026.
Ia mendesak pemerintah daerah, mulai dari bupati hingga kepala desa, untuk bekerja maksimal menyelesaikan masalah tersebut.
Hal tersebut disampaikan Cucun saat mendampingi Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam kunjungan kerja di Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/6/2025).
Baca Juga:Masih dalam Tahap Penyusunan, Kejati Jabar Belum Kembalikan Berkas Priguna ke Penyidik PoldaCak Imin Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen 2026, Bansos Maksimal 5 Tahun
“Kalau Pak Bupati bilang programnya A, B, C, ya harus benar-benar berdampak. Saya ini terus terang saja, saya yang ketuk palu untuk target kemiskinan ekstrem zero 2025. Jadi kalau masih ada angka, itu bukan keberhasilan,” ujar Cucun dalam sambutannya.
Meski data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung mencatat kemiskinan ekstrem per Desember 2024 sudah turun menjadi 0,5 persen dari 1,78 persen pada 2021, Cucun menilai hal itu belum cukup.
“Selama masih ada angka, berarti belum tuntas. Tahun 2026 harus zero kemiskinan ekstrem,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat asal Kabupaten Bandung, Cucun merasa malu ketika kampung halamannya, Wangisagara, masih kerap muncul dalam daftar wilayah dengan kemiskinan ekstrem secara nasional.
“Muka saya ikut merah. Saya dipilih warga sini, datang ke Jakarta untuk menyelesaikan problematika daerah sendiri,” kata Cucun.
Ia menyebutkan bahwa kondisi kemiskinan ekstrem di Kecamatan Majalaya merupakan sebuah anomali. Pasalnya, wilayah ini dikenal sebagai kawasan industri dengan banyak pabrik tekstil dan makanan.
“Ini daerah penuh dengan industri, tapi kok masih masuk kategori 1 kemiskinan ekstrem. Itu tugas Pak Kadis DPMD untuk menyelesaikannya. Ini anomali,” ujarnya.
Protes Statement Wamensos
Baca Juga:Korupsi Subkontrak Ilegal di Anak Perusahaan MUJ: Kemungkinan Ada Tersangka Baru!Get The Fest Usung Isu Lingkungan, Sampah Plastik di HUT Cimahi Diolah Jadi Solar Lewat Teknologi Pyrolysis
Dalam kesempatan tersebut, Cucun juga melontarkan protes terhadap pernyataan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo yang disebut pernah menyatakan bahwa jika orang tuanya miskin, maka anaknya pasti miskin.
“Terus terang saya komplain dengan statemen itu. Saya protes. Kita ini enggak mau miskin, siapa yang mau miskin,” kata dia di hadapan Cak Imin.
Untuk itu, ia mengingatkan seluruh pemangku kebijakan, terutama kepala desa, agar tidak bermain-main dengan data kemiskinan, khususnya dalam memanipulasi data bansos.
