Cak Imin Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen 2026, Bansos Maksimal 5 Tahun

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (tengah), Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kanan) dan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal (Kiri) saat menghadiri rembug warga bertajuk koordinasi pengentasan kemiskinan di Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/6/2025). Foto Agi
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (tengah), Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kanan) dan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal (Kiri) saat menghadiri rembug warga bertajuk koordinasi pengentasan kemiskinan di Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/6/2025). Foto Agi
0 Komentar

Cak Imin pun menilai Bumdes di Desa Wangisagara sebagai contoh sukses dalam memaksimalkan potensi desa.

“Bumdes di sini produktif dan bisa menghasilkan pendapatan bagi desa. Nantinya akan segera beroperasi dapur MBG yang akan semakin membuat desa ini kaya,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Menko dan jajaran.

Baca Juga:Korupsi Subkontrak Ilegal di Anak Perusahaan MUJ: Kemungkinan Ada Tersangka Baru!Get The Fest Usung Isu Lingkungan, Sampah Plastik di HUT Cimahi Diolah Jadi Solar Lewat Teknologi Pyrolysis

“Saya apresiasi dengan hadirnya Pak Menko dan rombongan. Ini menjadi momentum penting untuk mendengar langsung keinginan masyarakat, khususnya di Desa Wangisagara,” ujarnya.

Dadang menegaskan jika pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita sepakat kemiskinan ekstrem harus tuntas di 2026. Saat ini kita masih menyisakan 0,5 persen. Maka kita kolaborasikan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan desa,” ujarnya.

Menurutnya, langkah konkret dilakukan dengan membagi pembiayaan berdasarkan tingkatan kewenangan.

“Misalnya, setiap desa ada 10–20 warga miskin ekstrem. Kita bagi, berapa yang ditanggung APBN, APBD provinsi, kabupaten, dan desa. Ini harus selesai dan harus fokus,” pungkasnya.

Dadang menyampaikan, berdasarkan data, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung telah menurun signifikan dari 1,78 persen pada 2021 menjadi 0,5 persen pada akhir 2024.

“Artinya ini kita harus fokuskan kita bagi habis berdasarkan kewenangan masing-masing,” pungkasnya.

0 Komentar