JABAR EKSPRES – Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, mulai dilirik kalangan Gen Z sebagai destinasi kuliner baru.
Viral di media sosial dan dipenuhi tenant makanan kekinian membuat pasar tersebut dinilai dapat menjadi alternatif kawasan kuliner seperti Pasar Santa maupun Blok M di Jakarta.
Namun, sejumlah pengunjung menilai area kuliner di lantai 2 Pasar Jambu Dua masih perlu dibenahi, mulai dari penataan tenant hingga kelengkapan fasilitas pendukung.
Baca Juga:Persib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum SelesaiKios Liar di Area Masjid Agung Tasikmalaya Dibongkar, Pedagang Mulai Tinggalkan Lokasi
Keisya (23), mahasiswi asal Kota Bogor, mengaku datang ke Pasar Jambu Dua karena penasaran setelah kerap melihat kawasan tersebut muncul di media sosial.
Menurutnya, keberadaan banyak tenant kuliner dengan pilihan beragam menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan Gen Z. Meski begitu, ia menilai Pasar Jambu Dua belum bisa disamakan sepenuhnya dengan Blok M.
Baginya, Pasar Jambu Dua kini lebih tepat menjadi alternatif tempat berburu kuliner bagi warga Bogor yang ingin mencari suasana serupa tanpa harus pergi ke Blok M Jakarta dengan harga yang juga cukup murah.
“Kalau dibilang mirip mungkin enggak terlalu ya, sedikit aja sih miripnya. Tadi aku lihat ada yang jual donat labu, mirip kayak di Blok M, tapi harganya lebih murah dan antreannya enggak sepanjang di sana. Ini bisa jadi alternatif sih buat cari makan atau nongkrong jadi enggak ke Blok M, di Bogor juga belum banyak tempat kuliner dengan konsep seperti ini kan,” ujar Keisya saat ditemui di lantai 2 Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Minggu (5/7/2026).
Keisya juga mengatakan, masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi di area kuliner lantai 2 Pasar Jambu Dua itu, terutama penataan tenant yang dinilai kurang rapi.
Selain itu, kondisi yang dirasa panas serta keterbatasan bangku membuat pengunjung terlebih anak muda Gen Z kurang nyaman jika ingin berlama-lama di lokasi.
Meski demikian, Keisya mengaku tetap tertarik kembali karena pilihan kuliner yang beragam dengan harga yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan kawasan Blok M.
Baca Juga:Pengaspalan di Area Alun-Alun Singaparna Dimulai, Ratusan Lapak Pedagang di Bahu Jalan DitertibkanRumor Osmar Vieira ke Persib Mencuat, Benarkah Pangeran Biru Siapkan Peran Baru untuk Eks Pelatih Persepolis?
“Harusnya dibagi per area, misalnya khusus makanan, photobooth, dan tenant lainnya, jadi lebih rapi dilihat. Terus ditambah blower dan kipas angin biar enggak panas, sama bangkunya diperbanyak. Kalau itu dilengkapi, pasti makin nyaman dan bisa menarik Gen Z supaya enggak ke Surken terus, karena ini pilihan jajanannya juga banyak dan murah,” katanya.
