JABAR EKSPRES – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, menegaskan pentingnya soliditas kader dan pengurus PPP di Jawa Barat.
Ia memastikan tidak ada lagi kubu-kubu di internal partai usai berbagai dinamika yang terjadi.
Hal itu disampaikan Mardiono saat menutup kegiatan Workshop dan Upgrading Pengurus PPP Jawa Barat di Kota Bandung, Minggu (5/7).
Baca Juga:Persib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum SelesaiKios Liar di Area Masjid Agung Tasikmalaya Dibongkar, Pedagang Mulai Tinggalkan Lokasi
Menurutnya, saat ini tidak ada lagi istilah kubu dalam tubuh PPP.
Ia menjelaskan, PPP merupakan partai keluarga sehingga berbagai dinamika yang terjadi merupakan bagian dari dinamika dalam sebuah keluarga maupun majelis.
“Sehingga kalau toh ada perbedaan pendapat, itu sebenarnya bukanlah pertentangan. Tetapi perbedaan pendapat itu sebuah aspirasi untuk menyampaikan pandangan yang mungkin berbeda,” ungkapnya.
Menurut Mardiono, insan politik memang terbiasa menghadapi perbedaan. Hal itu terlihat dari para wakil rakyat di DPR yang harus berinteraksi dengan berbagai partai untuk memperjuangkan aspirasi konstituen.
Karena itu, perbedaan pandangan harus disikapi secara dewasa.
“Jadi sebenarnya tidak ada kubu-kubu. Yang ada hanyalah perbedaan pendapat. Nah, sekarang semuanya sudah selesai. Tentu akhirnya ada yang mungkin memilih untuk tidak lagi bersama,” katanya.
Untuk menggambarkan pentingnya kebersamaan dalam organisasi, Mardiono mengibaratkannya dengan pelaksanaan salat berjamaah. Menurutnya, setelah imam ditetapkan, makmum harus mengikuti imam.
“Maka enggak mungkin kalau makmum itu tidak mengikuti imam. Boleh kita demokrasi, yang datang duluan ke masjid boleh ngisi shaf mana saja. Tetapi kalau imam sudah mengangkat tangan dan takbir, “Allahu Akbar”, ya makmumnya harus ikut, ” tegasnya.
Baca Juga:Pengaspalan di Area Alun-Alun Singaparna Dimulai, Ratusan Lapak Pedagang di Bahu Jalan DitertibkanRumor Osmar Vieira ke Persib Mencuat, Benarkah Pangeran Biru Siapkan Peran Baru untuk Eks Pelatih Persepolis?
Ia menambahkan, setiap imam memiliki gaya yang berbeda, termasuk dalam panjang pendeknya bacaan salat.
“Tapi jika enggak suka (bacaan panjang) , ya carilah masjid lain yang imamnya bacaannya pendek. Bukan menyalahkan masjidnya. Yang penting bahwa imam tidak boleh batal, karena kalau imam batal, makmumnya batal semua,” katanya.
Muscab Sudah Capai 90 Persen
Dalam kesempatan itu, Mardiono juga menekankan pentingnya menggerakkan organisasi melalui berbagai program konsolidasi.
Salah satunya adalah pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, pembentukan struktur partai di tingkat kabupaten/kota kini hampir rampung.
