Menteri PKP Cecar Kepala BP3KP Jawa II, Minta Program Bedah Rumah Tepat Target dan Tanpa Potongan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (jaket biru) saat memberikan pamaparan kepada
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (jaket biru) saat memberikan pamaparan kepada Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II, Mochamad Mulya Permana di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang saat mengecek Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah pada Minggu (5/7/2026). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait cecar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II, Mochamad Mulya Permana.

Hal itu terjadi ketika Maruarar atau akrab disapa Bang Ara berkunjung ke wilayah Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang untuk mengecek Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah pada Minggu (5/7/2026).

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lokasi, terlihat jika Mulya Permana dicecar sejumlah pertanyaan oleh Bang Ara, terkait data pada Program BSPS hingga kesanggupan dalam menyelesaikan target Bedah Rumah.

Baca Juga:Persib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum SelesaiKios Liar di Area Masjid Agung Tasikmalaya Dibongkar, Pedagang Mulai Tinggalkan Lokasi

“Kamu sanggup gak? Kalau enggak sanggup bilang enggak, jangan sekarang bilang sanggup nanti kemudian bilang enggak sanggup,” katanya.

Di lokasi pun terpantau, Bang Ara sempat meminta agar BP3KP Jawa II bisa mengejar target penyelesaian pembangunan Bedah Rumah.

“Kalau enggak sanggup bilang saja, biar saya ganti,” ujarnya kepada Kepala BP3KP Jawa II.

Bang Ara pun sempat mempertanyakan terkait estimasi waktu pengerjaan salah satu bangunan rumah warga, yang masuk dalam Program BSPS.

“Bener sanggup ini? Yakin?,” bebernya kepada Mulya Permana di hadapan sejumlah warga.

Diketahui, dalam hal ini Program Bedah Rumah pada 2025 lalu jumlahnya 6.374 unit, sedangkan untuk 2026 ini mengalami peningkatan menjadi 42.508 unit, artinya terjadi peningkatan sekira 666 persen.

Adapun BP3KP Jawa II, termasuk sang Kepala, Mulyana Permana ketika ditanya Bang Ara, jika mereka baru selesai mengerjakan sekira 200 unit.

Baca Juga:Pengaspalan di Area Alun-Alun Singaparna Dimulai, Ratusan Lapak Pedagang di Bahu Jalan DitertibkanRumor Osmar Vieira ke Persib Mencuat, Benarkah Pangeran Biru Siapkan Peran Baru untuk Eks Pelatih Persepolis?

“Jauh kerjaan kamu, baru 200 mau ketawa-ketawa. Kerja buat rakyat yang serius ya. Saya tanya baik-baik, Anda sebagai kepala Balai masih sanggup jelasin kondisi ini apa nggak?,” papar Menteri PKP.

Bang Ara menuturkan, pada Program BSPS ini tak hanya warga yang dibedah rumahnya saja yang merasakan manfaat, namun pihak lain pun harus turut merasakan dampaknya.

Menteri PKP meminta, dalam Program BSPS ini, BP3KP Jawa II tak hanya sebatas menggugurkan kewajiban, tapi harus benar-benar mengerjakan tugas dengan profesional dan transparansi terkait pagu anggaran.

“Menggerakkan tukang, belum lagi pendamping, belum lagi sopir engkel. Kemudian warung-warung hidup, toko bangunan hidup. Ini gerakan yang luar biasa,” tutur Bang Ara.

0 Komentar