Kaeakteristik yang berhasil dipahami nantinya, lanjut Dedi, akan menjadi kekuatan identitas yang mandiri sebagai bekal untuk branding menjadi wilayah dengan nama yang baru.
“Gunung kudu awian, lengkob kudu balongan, lebak kudu sawahan. (Gunung harus tumbuh pohon, cekungan harus berkolam, lembah harus jadi ladang sawah). Maksudnya, jika ingin membereskan wilayah Bandung Barat harus dikembalikan ke asalnya,” tandasnya. (Wit)
