JABAR EKSPRES – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan jaringan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, jajaran Kanwil DJPb hingga tingkat kabupaten/kota telah melakukan survei langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat sejumlah aspek dalam pelaksanaan program MBG.
Menurut Purbaya, keberadaan jaringan DJPb di seluruh provinsi hingga tingkat daerah menjadi salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengawasi pelaksanaan program secara lebih menyeluruh.
Baca Juga:Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih Pimpin PWI Jabar 2026–2031, Oland Sibarani Kembali Nahkodai Dewan KehormatanMenteri UMKM Segera Tetapkan Diskon Biaya Layanan 50 Persen untuk Produk Lokal
“Bukan naruh perwakilan, kita memang punya di seluruh provinsi sampai dari tingkat II di seluruh Indonesia, di Kanwail Perbendaharaan (DJPb). Nah, itu kita manfaatkan sekarang untuk melakukan semacam survei ke semua aspek-aspek (SPPG) yang ada di sana,” kata Purbaya.
Dari hasil pemantauan sementara, Purbaya menilai pelaksanaan program MBG secara umum berjalan dengan baik. Namun, tim di lapangan masih menemukan sejumlah kekurangan yang perlu segera diperbaiki.
Kemenkeu selanjutnya akan menyampaikan hasil evaluasi tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan tindak lanjut dan perbaikan pelaksanaan program MBG di masa mendatang.
“Secara umum sih bagus. Ada banyak kekurangan, sama yang beda-beda kekuranganny, tapi nanti akan kita laporkan itu ke BGN untuk diambil tindak lanjut supaya lebih bagus ke depan,” jelasnya.
Di sisi lain, Purbaya mengaku belum bertemu dengan Kepala BGN yang baru, Sudaryono, untuk membahas secara langsung perkembangan program MBG. Ia menyebut Sudaryono masih menjalani proses konsolidasi internal di lingkungan BGN.
“Saya belum ketemu ketua BGN, dia masih konsolidasi. Begitu sudah selesai konsolidasi saya dating ke sana,” kata Purbaya.
Hingga akhir triwulan II 2026, realisasi anggaran Program MBG tercatat mencapai Rp101,1 triliun. Anggaran tersebut telah digunakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi bagi sekitar 63,13 juta penerima manfaat.
