Gagasan E-voting Pilkades Dedi Mulyadi Disambut Baik Asosiasi BPD Jabar

Ketua DPD ABPEDNAS Jabar Firmansyah
Ketua DPD ABPEDNAS Jabar Firmansyah
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Jabar menyambut baik wacana e-voting untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Mereka menilai hal itu bagian dari perbaikan demokrasi di tingkat desa.

Ketua DPD ABPEDNAS Jabar Firmansyah Lesmanam mengatakan, e-voting dalam Pilkades adalah terbosan baru yang beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kami beri apresiasi dan dukungan. E-voting itu akan meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat desa,” jelasnya saat ditemui di DPRD Jabar.

Baca Juga:Jerit Pengangguran di Kota Metropolitan: Bandung Berbenah di Tengah Ledakan Tenaga Kerja MudaBandung Barat 18 Tahun, Jeje Ritchie: Arah Baru, Semangat Lama

Firman berharap gagasan yang dicanangkan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi itu bisa berjalan dengan baik, sehingga bisa dieksekusi dalam pelaksanaan pilkades yang akan datang.

Selain itu, Firman juga merespon positif gagasan terkait digitalisasi atau e-budgeting dalam pengelolaan keuangan desa. Karena itu juga gagasan yang disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

“Digitalisasi itu keharusan. Pengelolaan keuangan perlu transparansi. Warga juga perlu tau terkait keuangan desa,” cetusnya.

Dengan dititalisasi, maka keuangan desa bakal lebih terbuka, sehingga banyak pihak yang akan ikut mengawasi. Termasuk para warganya.

Penerapan e-voting ataupun e-budgeting itu telah diluncurkan Dedi Mulyadi pada Selasa (3/6) lalu. “Jadi ada dua hal penting yang kami tanda tangani. Yakni E-Budgeting dan E-Voting,” katanya.

Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, kebijakan ini bakal diberlakukan di seluruh Desa di Jabar atau lebih dari 5 ribu desa di Jabar.

E-voting merupakan kombinasi hak demokrasi warga dengan teknologi digital. Pilkades yang biasanya menggunakan kertas akan beralih pada alat elektronik. Teknologinya kekinian. Lalu itu juga bakal memangkas proses rekapitulasi.

Baca Juga:Adhitia Yudistira Ancam Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Sungai Cigugur yang Kembali KotorMemanas! Kuasa Hukum Ridwan Kamil Gugat Balik Lisa Mariana Rp100 Miliar

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar belum menyiapkan alokasi anggaran untuk kebutuhan e-voting Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun ini.

Kepala DPMD Jabar Ade Afriandi mengungkapkan, pencanangan itu baru sebagai langkah awal. “Ini komitmen awal untuk pelaksanaan Pilkades secara digital di Jabar,” cetusnya kepada Jabar Ekspres.

Namun Ade mengakui bahwa pihaknya memang belum mengalokasikan anggaran khusus untuk mengeksekusi gagasan itu di 2025 ini. “Belum ada (anggaran pengadaan alat.red), untuk tahun ini,” sambungnya.

Ade menegaskan, pelaksanaan e-voting itu bukan berorientasi kepada pengadaan alat e-voting. Tapi lebih kepada semangat digitalisasi. (Son)

0 Komentar