JABAR EKSPRES – Kawasan Rebana di Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional seiring dengan penguatan infrastruktur dan pengembangan industry di wilayah tersebut.
Dengan luas wilayah yang mencakup sekitar 20 persen dari Provinsi Jawa Barat dan populasi hampir 10 juta jiwa, Kawasan Rebana dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi tidak hanya bagi Jawa Barat tetapi juga sebagai mesin baru pembangunan nasional.
Kawasan Rebana meliputi tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat, yakni Kabupaten Subang, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Cirebon, Kuningan dan Kota Cirebon, telah ditetapkan sebagai klaster industry dan metropolitan baru.
Baca Juga:APBN Defisit Rp 21 Triliun hingga Mei 2025, Begini Penjelasan Menkeu!Terjadi Longsor di Tebing Eks Galian C Argasunya Cirebon, Begini Kronologi Menurut Saksi!
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin mendorong percepatan pembangunan di Kawasan Rebana melalui berbagai kebijakan, termasuk Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021.
Pengembangan Kawasan Rebana didukung oleh infrastruktur dan industri yang kuat, termasuk Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu, dan Bendungan Cipanas.
Pemerintah mendorong percepatan pembangunan di Kawasan Rebana melalui berbagai kebijakan dan pengintegrasian Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Dalam visi menuju Indonesia Emas 2045, Kawasan Rebana ini diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bagi Jawa Barat tetapi juga sebagai mesin baru pembangunan nasional,” kata Rudy.
Dalam acara The 2th Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting Project for Rebana Area Development, Rudy menyebutkan bahwa proyek pengembangan Rebana yang terkait dengan Pelabuhan Patimban ditujukan untuk memperkuat struktur kelembagaan Badan Pengelola Kawasan Rebana serta mendorong pengembangan industri dan infrastruktur.
Program ini juga menargetkan tiga ouput utama yaitu pemutakhiran masterplan dan identifikasi proyek prioritas, penguatan system implementasi proyek, serta penyusunan rencana detail untuk proyek prioritas.
“Di antara PSN tersebut, Pelabuhan Internasional Patimban merupakan capaian yang patut diapresiasi, dengan pembangunan tahap kedua yang masih berjalan dan kapasitas operasionalnya yang diharapkan mampu mendorong aktivitas ekspor-impor, relokasi industri, dan menciptakan rantai logistik baru,” ujarnya.
Baca Juga:Skybridge Stasiun Bogor – Paledang Mulai Beroperasional, Permudah Akses Penumpang KA Pangrango1.027 Tenaga Honorer Banjar Resmi Menyandang Status P3K
Pertemuan JCC kedua membahas struktur keanggotaan, progres zonasi sektor unggulan dan penyusunan masterplan pembangunan jangka Panjang oleh JICA.
Selain itu, turut juga dibahas isu-isu strategis yang membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional.
