JABAR EKSPRES – Chief Operating Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria mengungkapkan, penyebab utama BUMN pailit karena pengelolaan manajemen yang tidak baik.
Hal itu disampaikan olehnya dalam acara IKA Fikom Unpad Executive Breakfast Meeting di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Rabu (18/6).
Menurutnya, hampir semua BUMN yang pailit (bangkrut) memiliki awal permasalahan serupa, di samping pengelolaan yang buruk, adanya rekayasa laporan keuangan juga menjadi faktor lainnya.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Bakal Siapkan Indekos untuk Penunggu Pasien RSUP Hasan Sadikin, Agar Keluarga Tak Depresi?Tebing Galian Pasir di Cirebon Longsor, 2 Korban Tertimbun Meninggal Dunia
“BUMN itu mati selalu karena dua hal. Pertama adalah karena kesalahan pengelolaan daripada manajemen, sudah pasti itu hampir yang tutup itu semua karena pengelolaan yang tidak baik. Baik itu pasti ujungnya ada yang korupsi, ada yang rekayasa, overinvestment, itu pasti karena pengurusnya,” tuturnya, dikutip Kamis (19/6/2025).
Ia juga mengatakan bahwa perusahan yang secara signifikan merekayasa laporan keuangan agar perusahaan terlihat stabil, kondisi sebenarnya kerap berbanding terbalik.
Kemudian, perusahaan BUMN yang kerap mengalami kegagalan, kata dia, dikarenakan tidak memiliki visi dalam jangka panjang dan lemahnya pengawasan dalam operasional.
“Makanya saya selalu menyampaikan, saya tidak terlalu suka laba yang dibesar-besarkan, biaya yang ditunda-tunda hanya untuk mendapatkan bottom line yang bagus, kemudian diikuti dengan tantiem. Menurut saya itu ada manipulasi yang menyebabkan perusahaan itu jatuh,” paparnya.
Dengan pengalaman itu dan hadirnya Danantara Indonesia, Ia memastikan bahwa ke depan perusahaan- perusahaan BUMN akan selalu mendapatkan evaluasi untuk menghindari terjadinya kebangkrutan (pailit).
Lanjutnya, evaluasi itu akan dilakukan terhadap pasar dari BUMN itu sendiri, daya saing, jenis produk dan layanan yang dijual apakah masih relevan, struktur keuangan dan kapabilitas manajemennya.
“Karena CEO lah nanti akan mempresentasikan ke kami sejauh mana bisnis plan yang mereka buat dan roadmap perusahaannya. Karena itu kita tidak bisa menyatakan akan seperti apa masa depannya, tetapi kita harapkan tentu saja kalau mereka mampu menjadikan industri ini kemudian jadi industri yang kompetitif,” katanya.
Baca Juga:Atasi Banjir Kronis, Kecamatan Gedebage Usulkan Dua Rumah PompaHET LPG 3 Kg Naik, Distribusi Masih Sering Terkendala hingga Masyarakat Kecil Kian Tertekan
Dony mengatakan, Danantara Indonesia saat ini memiliki wewenang untuk memberikan suntikan modal kepada perusahaan-perusahaan BUMN, sehingga tidak akan ada lagi mekanisme Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah kepada perusahaan BUMN.
