Job Fair 2025: Lebih dari 2.600 Lowongan Kerja, 2 Persen Diperuntukan Bagi Kelompok Rentan di Kota Bandung

Job Fair 2025 di Kota Bandung
Job Fair 2025 di Kota Bandung
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mengambil langkah konkrit guna menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini berada diangka 7,4 persen atau setara 100.300 jiwa. Lewat kolaborasi lintas sektor, Pemkot gelar Job Fair 2025 yang menghadirkan total lebih dari 2.600 lowongan kerja yang diikuti oleh 46 perusahaan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menuturkan, hal ini merupakan wujud komitmen pihaknya dalam mengejar target 15.000 lapangan kerja, guna tekan angka pengangguran terbuka menjadi 6,4 persen di tahun 2026.

“Kita membuka job fair ini sebagai langkah nyata untuk menekan angka pengangguran terbuka. Jumlah lowongan kerja memang selalu lebih sedikit dari jumlah pelamar. Tapi ini bagian dari ikhtiar kita mengejar target 15.000 lapangan kerja hingga akhir tahun,” ujar Farhan yang turut membuka secara resmi gelaran Job Fair 2025, di Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa (17/6).

Baca Juga:DLH Klaim Udara Cimahi Tergolong Baik Meski Polusi Dikuasai Emisi Kendaraan Roda DuaDishub Kabupaten Bogor Bakal Tambah Jumlah Personil di Parungpanjang Cegah Truk Tambang

Menariknya, dari total sebanyak 2.600 lowongan kerja, terdapat 2 persen lowongan yang diperuntukan untuk kelompok rentan yakni Disabilitas. Hal ini tentunya selaras dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, dimana instansi pemerintah wajib menyediakan tenaga kerja atau lowongan kepada kelompok ini sebesar 2 persen.

Dilansir dari laman BPS Kota Bandung, hingga akhir 2024 mencatat, terdapat 7.368 penyandang disabilitas di Kota Kembang. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.500 orang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun, jumlah penyandang disabilitas yang bekerja secara formal hanya 159 orang, tersebar di 68 perusahaan.

Disinggung terkait hal ini, Farhan mengungkapkan, isu utama bukan semata pada penyediaan lowongan bagi kelompok disabilitas, melainkan pada bagaimana mereka bisa bertahan dan berkembang di dunia kerja.

“Memang bukan hanya soal membuka lapangan pekerjaan untuk disabilitas, tapi bagaimana memastikan mereka bisa bertahan dan terus bekerja di situ. Karena dalam keadaan disabilitas, bertahan di pekerjaan itu tidak mudah,” ucap Farhan

Maka dari itu, komitmen kedepan terkait hal ini, kata dia, memastikan lingkungan kerja yang mendukung dan ramah bagi para penyandang disabilitas. Entah dari perusahaan itu sendiri atau Pemkot Bandung selaku fasilitator.

“Yang perlu kita pantau bersama adalah bagaimana environment atau lingkungan kerja mereka di tempat tersebut. Apakah inklusif, adil, dan menyediakan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh,” pungkasnya

0 Komentar