DPUTR Kabupaten Bandung Janjikan Normalisasi Drainase Selesai Idulfitri, Warga: hingga Saat Ini Masih Mangkrak!

Proyek normalisasi drainase oleh DPUTR di wilayah Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mangkrak dan belum ada kejelasan penyelesaian. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Proyek normalisasi drainase oleh DPUTR di wilayah Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mangkrak dan belum ada kejelasan penyelesaian. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah warga di wilayah Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung keluhkan proyek normalisasi drainase yang mangkrak.

Mereka terus mempertanyakan kejelasan kapan proyek dapat diselesaikan. Keresahan kian meningkat sebab tak hanya berbahaya tapi juga mempengaruhi ekonomi warga.

Diketahui, proyek normalisasi drainase di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, tepatnya wilayah RW09 dan RW22 Desa Rancaekek Wetan itu, digarap sejak awal Maret 2025 lalu, namun sampai saat ini aktivitasnya terhenti alias mangkrak terbengkalai.

Baca Juga:Bersurat ke Komisi Yudisial, Tim Advokasi SMANSA Bandung Minta Disupervi soal Banding Sengketa LahanTingkatkan Pembangunan Daerah, Ahmad Luthfi Minta Pengusaha Muda Ikut Berkontribusi

Seorang Tokoh Masyarakat, Didin Sahidin mengaku, puluhan warga diresahkan oleh proyek yang tak jelas penyelesaian, termasuk mengeluhkan dampak ekonomi yang kian menurun.

“Puluhan warga Desa Rancaekek Wetan yang terdampak proyek mangkrak, usahanya berada di pinggir jalan terkena imbas,” katanya, Selasa (17/6).

Sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda proyek dilanjutkan, saluran air dibiarkan terbuka dan puluhan warga terdampak pun kini kian menjerit mendesak agar penyelesaian cepat dilanjutkan.

Diketahui, puluhan warga kini masih menggunakan jembatan darurat dari kayu untuk menuju kios, toko, rumah dan pemukiman karena jembatan cor telah dibongkar.

Adapun di lokasi proyek normalisasi drainase tersebut, panjangnya mencapai 400 meter. Saluran air yang terbuka itu dihiasi spanduk-spanduk keluhan dan protes warga.

Dijelaskan Didin, sekira 40 warga yang mengais rezeki khususnya di pinggir jalan terkena imbas, akibat adanya proyek yang mangkrak.

Dampak tersebut, terjadi dikarenakan jembatan di atas drainase menuju kios dan toko telah dibongkar, sedangkan perbaikan tak kunjung ada lanjutan.

Baca Juga:Waspada! Marak Peredaran Susu Kemasan Kedaluwarsa, Polresta Bogor Bongkar Sindikat PemasokSDN Cigugur Tengah Jadikan Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Ajang Inovasi Tanpa Biaya

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lokasi, proyek yang katanya akan menormalisasi drainase, baru sebatas mengbongkar jembatan-jembatan di atas saluran air baik ke toko, kios, bengkel, material, rumah di pinggir jalan atau pun akses masuk menuju gang pemukiman.

Akibat jembatan di atas drainse telah dibongkar akses ke kios, toko, bengkel, rumah dan ke geng terganggu. Akhirnya warga membangun jembatan darurat dengan kayu.

Masih dalam pantauan, keluhan dan jeritan puluhan warga ini dilampiaskan dengan memasang sejumlah spanduk di lokasi proyek.

Spanduk di antaranya bertuliskan ‘Proyek Mangkrak Normaliasi Selokan’ dan ‘Mohon Tidak Lanjuti, Berani Bongkar, Berani Pasang’ serta tulisan ‘Katanya Membenahi Malah Ngarurujit (memperburuk)’.

0 Komentar