“Ya, betul hingga saat ini proyek normalisasi drainase masih mangkrak belum ada tanda-tanda dilanjutkan,” bebernya.
Harapan Didin, mangkraknya proyek ini dapat secepatnya dilanjutkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung.
“Hingga saat ini puluhan warga terdampak terus menanyakan. Entah harus bagaimana langkah selanjutnya,” imbuhnya.
Baca Juga:Bersurat ke Komisi Yudisial, Tim Advokasi SMANSA Bandung Minta Disupervi soal Banding Sengketa LahanTingkatkan Pembangunan Daerah, Ahmad Luthfi Minta Pengusaha Muda Ikut Berkontribusi
Proyek normalisasi drainase yang dijanjikan selesai sebelum Idulfitri 2025 itu, kemudian ditunda dulu karena libur panjang cuti bersama.
Penantian warga RW09 dan RW22 Desa Rancaekek Wetan tak hanya sampai Hari Raya Idulfitri, tapi sudah lewat Hari Raya Iduladha 2025 pun, proyek normalisasi drainase justru belum juga ada lanjutan.
“Dampak kerugian begitu nyata khususnya pada sektor ekonomi. Warga mendesak penyelesaian proyek karena dampaknya begitu besar,” ujar Didin.
“Kita sudah lapor ke sejumlah pihak terkait, termasuk berusaha bertemu Gubernur KDM. Namun hasilnya nol,” pungkasnya. (Bas)
