Menyusul peringatan dari BMKG, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur dengan Nomor: 128/PB.01.03/BPBD yang berisi tentang peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi, khususnya dari Megathrust Selat Sunda dan Sesar Lembang.
Surat edaran tersebut menginstruksikan seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana.
Hal ini mencakup persiapan teknis, edukasi masyarakat, serta pelatihan dan simulasi evakuasi yang harus rutin dilakukan.
Baca Juga:Si Jago Merah Mengamuk di Cimanggung Sumedang, Lahap 3 Rumah dan Memakan 1 Korban JiwaXabi Alonso Langsung Gas! Real Madrid Percepat Penunjukan Sang Pelatih Baru Gegara Penolakan Solari
Teguh Rahayu juga menegaskan bahwa bahaya terbesar dari gempa bukan hanya getarannya, melainkan kepanikan dan kurangnya persiapan dari masyarakat. Karena itu, membangun budaya siaga bencana yang kolektif dan berkelanjutan adalah hal mutlak.
“Yang lebih membahayakan dari gempa bukan cuma guncangannya, tapi kepanikan dan minimnya kesiapan. Kita harus bersama-sama menciptakan budaya tangguh bencana mulai dari rumah, sekolah, hingga ke lingkungan kerja,” katanya.
Sebagai penutup, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Selalu pantau informasi resmi melalui kanal BMKG atau lembaga pemerintah yang berwenang agar terhindar dari hoaks yang dapat memperkeruh situasi saat bencana terjadi.(Dam)
