JABAR EKSPRES – Kota Bandung kini berada dalam bayang-bayang ancaman gempa bumi berskala besar.
Berdasarkan hasil pemodelan terbaru dari shakemap yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di kota ini diprediksi akan mengalami guncangan hebat jika terjadi aktivitas seismik yang signifikan, terutama yang bersumber dari Sesar Lembang.
Dalam simulasi tersebut, sebanyak 30 kecamatan di Kota Bandung diproyeksikan akan terdampak oleh gempa dengan intensitas antara VI hingga VIII pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity), sebuah skala yang mengukur dampak guncangan terhadap permukaan dan bangunan.
Baca Juga:Si Jago Merah Mengamuk di Cimanggung Sumedang, Lahap 3 Rumah dan Memakan 1 Korban JiwaXabi Alonso Langsung Gas! Real Madrid Percepat Penunjukan Sang Pelatih Baru Gegara Penolakan Solari
Guncangan dengan intensitas tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan cukup parah pada infrastruktur dan permukiman warga.
Menurut pemodelan BMKG, dampak gempa yang mungkin terjadi tidak bisa dianggap remeh. Beberapa potensi kerusakan yang diperkirakan antara lain retaknya dinding rumah, jatuhnya atap bangunan, pecahnya kaca-kaca jendela, hingga robohnya sebagian struktur bangunan yang sederhana atau tidak tahan gempa.
Ini menandakan bahwa Kota Bandung harus meningkatkan kesiapannya dalam menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Tiga puluh kecamatan yang masuk dalam zona risiko mencakup hampir seluruh penjuru Kota Bandung. Adapun daftar lengkapnya meliputi: Andir, Antapani, Arcamanik, Astana Anyar, Babakan Ciparay, Bandung Kidul, Bandung Kulon, Bandung Wetan, Batununggal.
Kemudian Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Buahbatu, Cibeunying Kaler, Cibeunying Kidul, Cibiru, Cicendo, Cidadap, Cinambo, Coblong, Gedebage, Kiaracondong, Lengkong, Mandalajati, Panyileukan, Rancasari, Regol, Sukajadi, Sukasari, Sumur Bandung, dan Ujungberung.
Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa ancaman utama berasal dari aktivitas Sesar Lembang, sebuah sesar aktif yang membentang di sekitar wilayah utara Bandung dan telah lama diketahui memiliki potensi menimbulkan gempa dengan magnitudo merusak.
Selain itu, ancaman juga datang dari potensi gempa megathrust di zona subduksi Selat Sunda yang juga dapat memicu getaran hebat di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung.
Baca Juga:Rodrygo Jadi Rebutan Arsenal dan Chelsea, Real Madrid Patok Harga FantastisMasuk Prioritas Pemerintah Pusat, Panjang Giant Sea Wall Semarang-Demak Berpotensi Ditambah 10 KM
“Gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, tapi kesiapsiagaan adalah hal yang bisa kita mulai dari sekarang. Jangan menunggu sampai bencana datang baru kita bergerak,” ujar Rahayu pada Jumat (13/6/2025).
