Dalam situasi kritis itu, Ruhiyat bertindak cepat. “Saya reflek menendang motornya agar tidak bisa melarikan diri. Saya langsung menahannya dan saya bawa kembali ke masjid,” jelas Ruhiyat.
Pemeriksaan tas pelaku membuahkan hasil yang mengkonfirmasi niat jahatnya. “Kami menemukan obeng bermata pipih dan minus, tang, serta sejumlah uang recehan dalam pecahan seribu dan lima ratus rupiah yang diduga hasil curian sebelumnya,” papar Ruhiyat.
Ruhiyat menduga kuat pelaku sengaja kembali ke Masjid Assaiidiyyah untuk menyelesaikan ‘pekerjaannya’ yang gagal pekan lalu.
Baca Juga:Bantah Dakwaan, Ema Sumarna Minta Dibebaskan dari Kasus Korupsi Bandung Smart CityPuluhan Tahun Terisolasi Waduk Saguling, Warga Karanganyar KBB Menanti Jembatan Penghubung
“Dia gagal membobol kotak amal di pintu samping minggu kemarin. Hari ini dia mengincar kotak amal lain yang posisinya lebih tersembunyi di dekat pintu belakang. Strateginya sama, berpura-pura salat,” katanya.
Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Banjar dan terancam Pasal 363 KUJP tentang pencurian dengan pemberatan, mengingat lokasi kejadian di tempat ibadah dan dugaan tindakan berulang. (CEP)
