Rumah Yatim Latih Mental dan Kepemimpinan Anak Asuh Melalui Jungle Survival Course

Yatim
Puluhan anak asuh Rumah Yatim mengikuti Yatim Jungle Survival Course 2026 di kawasan Rancaupas, Kabupaten Bandung.
0 Komentar

Jabar Ekspres – Puluhan anak asuh Rumah Yatim mengikuti Yatim Jungle Survival Course 2026 di kawasan Rancaupas, Kabupaten Bandung, pada 7-8 Juli 2026.

Melalui program tersebut, peserta dibekali keterampilan bertahan hidup, kepemimpinan, dan penguatan mental agar tumbuh menjadi generasi yatim yang tangguh dan berdaya saing.

Selama dua hari, para peserta diajak belajar langsung di alam terbuka melalui berbagai aktivitas survival, seperti mencari sumber air, mengenali sumber makanan, memasak menggunakan peralatan sederhana, hingga mendirikan tenda sebagai tempat berlindung.

Baca Juga:Perdana Pecah di Bandung, Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 Padukan Balapan dan Festival Ekstrem1.542 Mahasiswa KKN Unpad 2026 Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

“Seluruh kegiatan dikemas dalam pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan menumbuhkan kerja sama, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta melatih kemandirian,” ujar Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani.

Sani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari transformasi program pemberdayaan Rumah Yatim yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar anak yatim, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas diri.

Menurutnya, Rumah Yatim ingin membekali anak-anak yatim dengan keberanian, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan hidup yang dapat menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Rumah Yatim percaya bahwa setiap anak yatim memiliki potensi besar untuk menjadi pribadi yang tangguh dan pemimpin di masa depan. Melalui Yatim Jungle Survival Course, kami ingin membangun keberanian, jiwa kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan hidup yang akan menjadi bekal mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” katanya.

Selain pelatihan bertahan hidup, peserta juga mendapatkan materi leadership yang membekali mereka kemampuan memimpin diri sendiri, berpikir kritis, menganalisis situasi sebelum bertindak, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Sementara pada sesi mental strength, anak-anak ditempa menjadi pribadi yang lebih tangguh melalui pengalaman hidup di alam terbuka dengan fasilitas yang terbatas.

“Pengalaman tersebut diharapkan mampu membangun daya tahan mental, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Baca Juga:HYDROPLUS Soccer League 2025/2026: Grup B Membara, Tiket Semifinal Ditentukan di Laga Hidup-Mati!Komitmen Menangkan PPP di Pemilu 2029: Fitriyani Dorong Kebijakan Berbasis Islam dan Ekonomi Kerakyatan

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Rumah Yatim dengan Byond BSI, Eiger, Empower by Amartha, dan Outdoorpro, serta didukung Rumor sebagai media partner.

0 Komentar