Wacana Tarif BisKita K1 K2 Naik Jadi Rp7.000, Pengguna Pertimbangkan Bawa Motor Sendiri hingga Jalan Kaki 

Ilustrasi penumpang saat menggunakan BisKita Trans Pakuan Kota Bogor. Foto: Sekar Andini
Ilustrasi penumpang saat menggunakan BisKita Trans Pakuan Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana penyesuaian tarif BisKita Trans Pakuan pada Koridor 1 (K1) rute Terminal Bubulak-Cidangiang, dan Koridor 2 (K2) rute Termimal Bubulak – Ciawi menjadi Rp6.000 hingga Rp7.000 mulai mendapat tanggapan dari sejumlah pengguna.

Salah seorang pengguna BisKita Trans Pakuan K1, Aliyah (26), mengaku keberatan apabila tarif perjalanan yang saat ini berada di kisaran Rp4.000 naik menjadi Rp6.000 hingga Rp7.000.

Aliyah yang sehari-hari menggunakan BisKita K1 untuk menuju halte Cidangiang di kawasan Botani Square, mengatakan tarif yang terjangkau menjadi salah satu alasan dirinya memilih transportasi publik tersebut dibandingkan angkot maupun ojek online.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga PendanaanKNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi Prioritas

“Jujur sebenarnya keberatan, karena salah satu alasan memilih BisKita daripada angkot atau angkutan online karena tarifnya murah dan rumah juga terjangkau dengan BisKita, ada haltenya gitu dekat rumah. Fasilitas BisKita jujur sih lumayan juga enak, ada AC nya,” kata Aliyah saat ditemui di Halte Balai Kota Bogor pada Minggu (12/7/2026).

Saat ini, ia mengalokasikan sekitar Rp500 ribu per bulan untuk kebutuhan transportasi.

Jika tarif BisKita K1 naik, Aliyah mengaku perlu melakukan penyesuaian terhadap pengeluaran lainnya agar biaya bulanannya terjaga.

Ia menyebut akan mengurangi sejumlah aktivitas seperti nongkrong, jajan, ngopi, hingga membeli makan siang di luar sebagai cara menghemat pengeluaran bulanan.

“Pasti pengeluaran akan bertambah kalau tarif K1 naik kan, jadi mau tidak mau kalau tarif naik harus ngurangi pengeluaran lain. Kayaknya nanti aku bakal lebih sering bawa bekal dan mengurangi ngopi atau jajan, biar pendapatan aku selama satu bulan engga boncos,” ujarnya.

Aliyah mengatakan, jika tarif BisKita naik menjadi Rp7.000, dirinya masih akan menggunakan layanan tersebut saat berangkat kerja karena membutuhkan waktu yang lebih cepat.

Namun untuk perjalanan pulang, ia akan memilih berjalan kaki sebagai cara menghemat pengeluaran.

Baca Juga:Bawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026Bukan Sekadar Sekolah, Institut Alam Rimba Siapkan Generasi Penjaga Lingkungan

“Kalau pulang mungkin bisa jalan kaki karena dari Botani (kawasan Halte Cidangiang) ke Sempur rumah aku itu cukup dekat. Tapi kalau berangkat kerja kan buru-buru ya, jadi tetap harus naik kendaraan. Ya setidaknya pengeluaran bulanan enggak habis buat transportasi doang,” katanya.

0 Komentar