Klaim Jumlah Lansia Terlantar Berkurang, Pemkot Bandung Tawarkan Skema Tanpa APBD

Seorang lansia menjalani pemeriksaan kesehatan pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-29 di Kantor Dinas Sosial, Kota Bandung, Kamis (12/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Seorang lansia menjalani pemeriksaan kesehatan pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-29 di Kantor Dinas Sosial, Kota Bandung, Kamis (12/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat penurunan signifikan jumlah lansia terlantar dalam dua tahun terakhir. Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Soni Bachtiar, menyebut capaian itu tak lepas dari kebijakan ramah lansia dan kolaborasi lintas sektor.

“Ini tanda positif bahwa kesadaran masyarakat membaik,” kata Soni dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 di Bandung, Kamis, (12/6).

Pada 2024, jumlah lansia terlantar tercatat sebanyak 455 kasus. Jumlah itu turun 40,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Per 11 Juni 2025, kasus lansia terlantar hanya tersisa 85, atau turun 77,2 persen dibanding semester pertama 2024.

Baca Juga:Buruan Sae dan Kang Pisman Kembali Diuji: Mampukah Bandung Kurangi Sampah?Toko Miras Disisir, Ribuan Botol Ilegal Diamankan Polrestabes Bandung!

Soni mengatakan, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Kota Ramah Lansia menjadi dasar dari berbagai program pelayanan sosial yang dijalankan. “Masih ada sekitar 9.000 lansia yang belum terlindungi. Ini jadi prioritas kami untuk dilindungi secara sosial,” katanya.

Jumlah lansia di Kota Bandung berdasarkan data kependudukan mencapai 266.552 jiwa. Dari jumlah itu, 94.478 masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan telah menerima berbagai bantuan, seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Dia menjelaskan, sebanyak 85.000 di antaranya telah menerima bantuan sosial. Pemerintah juga menyoroti pentingnya aspek psikologis, terutama bagi lansia laki-laki. “Ini harus menjadi perhatian, apalagi dalam situasi pasca PHK atau tekanan ekonomi,” jelas Soni.

Pada peringatan HLUN, Dinas Sosial menghadirkan ruang curhat yang didampingi psikolog. “Curhat ini penting untuk melepaskan tekanan yang lama dipendam, terutama oleh bapak-bapak,” imbugnya.

Dalam kesempatan yang sama, Soni memaparkan inovasi distribusi makanan bagi lansia yang tidak menggunakan APBD. Pemkot bekerja sama dengan hotel dan restoran di Kota Bandung untuk menyalurkan surplus makanan kepada para lansia.

“Hari ini saja ada 500 porsi bantuan dari hotel, ke depan akan menjadi 5.000 porsi per hari. Jika dinilai setara Rp40.000 per porsi, bisa mencapai Rp72 miliar per tahun, tanpa menggunakan APBD,” ujar Soni.

Dia menambahkan, Bandung kini masuk 10 besar kota dengan indeks kesehatan sosial tertinggi di Indonesia. Berdasarkan survei Good Stat 2024, Bandung menempati posisi ketiga sebagai kota pilihan untuk menghabiskan masa tua.

0 Komentar