Modus Baru, Penyelundupan Sabu Lewat Drone Terungkap di Lapas Narkotika Jelekong Bandung!

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono bersama Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Tohari saat ditemui awak media, Rabu (11/6/2025). Foto Agi / Jabar Ekspres
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono bersama Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Tohari saat ditemui awak media, Rabu (11/6/2025). Foto Agi / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, dengan modus baru yang belum pernah terjadi sebelumnya yakni menggunakan drone.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menyampaikan bahwa kasus ini terungkap pada Minggu (8/6) sekitar pukul 14.40 WIB. Saat itu, petugas lapas mencurigai sebuah drone yang melintas di atas area lapas.

“Begitu drone masuk, langsung di-video, diikuti, dan ketika barang dijatuhkan langsung diamankan,” kata Aldi saat ditemui di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (11/6/2025).

Baca Juga:SPMB Jabar Terkendala Server, Hari Kedua Eror Sejak Pagi! Pemkot Cimahi Usulkan Penataan Ulang Wilayah Perbatasan Margaasih, Bupati Bandung Minta Sesuai Prosedur

Dalam kejadian tersebut, drone tersebut menjatuhkan paket berisi sabu yang kemudian diambil oleh seorang warga binaan bernama Hendra, untuk kemudian diserahkan kepada Alvi (29), narapidana kasus narkotika.

Dari hasil pemeriksaan, Alvi mengakui bahwa sabu tersebut merupakan miliknya.

“Alvi mengakui bahwa sabu tersebut miliknya, yang ia beli lewat media sosial seharga Rp18 juta dari seseorang yang identitasnya belum diketahui,” ujar Aldi.

Aldi membenarkan jika barang yang dijatuhkan dari drone merupakan barang narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 25 Gram.

“Narkotika jenis sabu yang diamankan memiliki berat sekitar 25 gram,” ungkapnya.

Menurut Aldi, ini merupakan kejadian pertama penyelundupan narkoba menggunakan drone yang berhasil terdeteksi di Lapas Jelekong.

Ia pun mengapresiasi langkah cepat petugas lapas dalam merespons insiden tersebut.

“Petugasnya sigap, ini jadi contoh baik. Kolaborasi seperti ini akan terus kami perkuat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Aldi menjelaskan bahwa drone yang digunakan langsung melarikan diri usai menjatuhkan paket narkoba. Hingga kini, polisi masih melakukan analisis terhadap rekaman video CCTV guna mengidentifikasi jenis drone serta kemungkinan titik peluncurannya.

Baca Juga:Masih Marak, Satpol PP Bandung Barat Bongkar 600 Baliho Ilegal di Padalarang dan LembangTablet Mewah Seharga Rp1 Miliar untuk DPRD, Tokoh Pemekaran KBB: Tidak Peka Dengan Kondisi Rakyat! 

“Kita akan melihat jangkauan drone berapa kilometer, dan sedang menganalisis ini drone apa yang digunakan. Kami juga tengah mengejar pelaku lain yang mengoperasikan drone ini dari luar,” tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya jaringan pengiriman narkotika yang memanfaatkan celah keamanan di lembaga pemasyarakatan.

Sebab, berdasarkan pengakuan Alvi, pemesanan narkoba dilakukan melalui media sosial yang semestinya tidak bisa diakses oleh narapidana.

0 Komentar